MCMNEWS.ID – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) resmi kembali memulai program FoodStartup Indonesia (FSI) pada tahun 2022 ini.
FoodStartup Indonesia sendiri adalah acara tahunan yang telah terselenggara sejak tahun 2016 dengan tujuan untuk mempertemukan pelaku ekonomi kreatif kuliner dengan akses permodalan atau pembiayaan, sehingga terjadi peningkatan percepatan pertumbuhan ekonomi kreatif kuliner di Indonesia.
Mulainya program yang telah berjalan selama tujuh tahun berturut-turut itupun ditandai dengan pelaksanaan Kick Off FSI 2022 di JHL Solitaire Gading Serpong, Tangerang, Banten, pada Selasa (2/3/2022).
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno, mengatakan, FoodStartup Indonesia merupakan platform pertama dan terbesar bagi pelaku usaha kuliner di tanah air.
Dikatakan Sandiaga Uno, FoodStartup Indonesia tidak hanya fokus pada aspek kompetisi atau memperoleh kesempatan permodalan saja, melainkan dapat membangun sistem ekonomi yang lebih kuat.
“Melalui ajang ini dapat juga meningkatkan kapasitas ekonomi kreatif bersama para stakeholder yang ada. Sehingga nantinya bisa bersama-sama membangun ekosistem dan industri kuliner yang lebih kuat,” kata Sandiaga Uno, ketika membuka Kick Off FSI 2022 secara online.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno, saat membuka FoodStartup Indonesia 2022 secara online.
Deputi Bidang Industri dan Investasi pada Kemenparekraf, Fadjar Hutomo, menjelaskan, FSI merupakan salah satu kegiatan yang dinantikan oleh para pelaku usaha kuliner.
Pasalnya, FSI akan menjadi penjembatan antara pelaku usaha kuliner dengan para investor. Sehingga mampu mengembangkan usaha yang dimiliki oleh setiap masyarakat.
“Sampai dengan tahun lalu, FSI telah membukukan nilai investasi sebesar Rp63 miliar lebih kepada peserta Startup kuliner di seluruh Indonesia. Tahun ini masih dengan tujuan yang sama, FSI akan mempertemukan pelaku ekonomi kreatif kuliner baru dengan akses permodalan”, tuturnya.
Dilokasi yang sama, Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf, Hanifah Makarim, menjelaskan, FSI tahun ini fokus mencari bisnis kuliner yang menginspirasi dan berkembang dengan orientasi keseimbangan antara keberlanjutan, dampak sosial, dan profitabilitas.
Hanifah menyebut, sejak tahun 2021, pihaknya menerapkan persyaratan untuk calon anggota FSI, yaitu harus sudah berbadan hukum. Meski berdampak pada jumlah pendaftar, namun dikatakan Hanifah, produk yang ditawarkan pelaku usaha memiliki kualitas yang lebih baik.
“FSI akan mengkurasi pelaku ekonomi kreatif kuliner dan membuka kesempatan untuk mendapatkan pembiayaan atau permodalan dengan skema pinjaman konvensional, syariah, pembagian laba atau pembagian saham. Tahun ini kami ingin melihat aspek keberlanjutan dan dampak sosial yang diciptakan peserta selain faktor profitabilitas usaha,” jelasnya.
“Puncak FSI sendiri terjadi pada tahun 2020, dengan jumlah pendaftar sebanyak 6500 pelaku kuliner. Pada tahun 2021 kita mulai memperketat, jadi kita mulai mensyaratkan mereka minimal harus sudah berbadan usaha yaitu CV, tahun lalu yang mendaftar ada 2500, memang dari jumlah pendaftar lebih sedikit, tetapi dari kuliatas justru banyak yang kualitasnya lebih bagus dan kemudian mendapatkan investasi yang lebih besar,” tambahnya.
Turut hadir dalam tersebut diantaranya Agung Nugroho (Ultra Executive Officer), Dini Indrawati (Country Director of AVPN & Head of The Standing Commission) dan Heinrich Vincent (Founder dan CEO @bizhare.id).
Selain itu, acara tersebut juga turut dihadiri oleh Alumni FSI tahun sebelumnya yang sudah sukses, diantaranya Irma Utari (Yeobo Topokki-alumni FSI 2020), Herman Leey (Hungry Domory-alumni FSI 2021), Fransisca Natalia Widowati (Beema Honey-alumni FSI 2018), Erdi Rulianto (Timurasa-alumni FSI 2018) dan Septianes Handinata (Duta Pisang-alumni FSI 2020).
Setelah Kick Off ini, FSI akan berisi serangkaian acara pendaftaran, seleksi dan penjurian. Bagi peserta terpilih akan mendapatkan sesi mentoring, business matching, hingga acara puncaknya yaitu Demoday. Pada acara puncak ini terdapat kegiatan showcase produk, mentoring, dan final pitch pada bulan Juni 2022.