MCMNEWS.ID – Anggota organisasi kepemudaan Suara Kreasi Anak Bangsa (SKAB), Bagas Ario Bimo, meminta pihak kepolisian tidak hanya menetapkan staf karyawan Holywings yang jadi tersangka.
Menurutnya, manajemen Holywings Indonesia juga harus diselidiki sehingga patut diduga melakukan kelalaian atas beredarnya promosi minuman beralkohol menggunakan nama ‘Muhammad dan Maria’.
“Saya menilai promosi terbaru yang dilakukan Holywings telah dengan sengaja memuat unsur Sara demi mendongkrak atau mencari keuntungan semata,” kata Bagas, Kamis, (30/6/2022).
“Boleh saja berbisnis, tapi tidak boleh mendiskreditkan agama atau etnis tertentu. Ini harus kita jaga agar tidak menimbulkan kegaduhan dan polemik,” tambahnya.
Pemuda asal Kota Tangerang Selatan (Tangsel) itupun menuturkan, kalau memang promo tersebut atas dasar ketidaksengajaan bisa ditolerir.
“Saya rasa kalau perbedaan bisa kita tolerir tapi apabila tindakan itu termasuk pelanggaran atau penyelewengan seharusnya tidak boleh ada toleransi lagi, hal ini harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku” tegasnya
Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan menetapkan 6 orang pegawai Holywings sebagai tersangka. Mereka diduga melanggar pidana usai membuat promosi minuman keras (miras) gratis bagi pemilik nama Muhammad dan Maria.
Sementara itu pihak Holywings Indonesia melalui unggahan di akun instagram resminya telah melakukan permintaan maaf dan klarifikasi.
“Kami memohon doa serta dukungan dari masyarakat Indonesia agar masalah yang terjadi bisa segera diselesaikan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, demi keberlangsungan lebih dari 3000 karyawan di Holywings Indonesia beserta dengan keluarga mereka yang bergantung pada perusahaan ini,” tulis Holywings Indonesia.
“Saat ini 6 oknum yang bertanggung jawab terkait ‘promosi’ telah ditahan, menjalani proses hukum dan sudah ditangani oleh kepolisian serta pihak yang berwajib, kami pastikan akan tetap memantau perkembangan kasus ini, menindak tegas dan tidak akan pernah lepas tangan,” lanjutnya.