MCMNEWS.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat pendapatan sebesar Rp 16,83 triliun pada semester I 2025, naik dari Rp 16,58 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Volume angkutan penumpang juga meningkat sembilan persen menjadi 236 juta orang.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, memaparkan capaian ini dalam rapat perdana dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (20/8), sekaligus memperkenalkan dirinya dan jajaran baru perusahaan. Bobby baru resmi menjabat pada 12 Agustus 2025.
“Perkenalan dari jajaran kami yang masih baru dan ini hari keempat kami bertugas di PT KAI,” ujar Bobby di Gedung Komisi VI DPR RI.
Dalam rapat tersebut, Bobby memaparkan kinerja operasional perusahaan. “Kalau kita melihat semester I 2025 dan bandingkan secara year on year dengan semester I 2024, dari sisi volume angkutan penumpang itu kami naik sembilan persen menjadi 236 juta penumpang,” ujarnya.
“Pada semester I 2025, pendapatan KAI mencapai Rp 16,83 triliun, naik dari Rp16,58 triliun pada semester I 2024,” jelasnya.
Sementara volume angkutan barang naik tipis satu persen menjadi 33,3 juta ton.
Aset KAI tercatat Rp 102,3 triliun dengan liabilitas Rp 65,7 triliun. Rasio utang terhadap ekuitas sedikit naik dari 1,2 kali menjadi 1,3 kali, dengan total utang penugasan dibanding non-penugasan tercatat Rp 46,5 triliun, naik dari Rp 43,2 triliun pada semester I 2024.
Penyerapan kerugian proyek penugasan menurun signifikan dari Rp 2,377 triliun menjadi Rp 1,424 triliun, sementara kebutuhan dukungan cost deficiency support (CDS) diproyeksikan sebesar Rp 1,2 triliun, meningkat dari realisasi Rp 721 miliar tahun sebelumnya.
Dalam kesempatan itu Bobby juga memperkenalkan aset dan struktur operasional KAI.
“Saat ini kami mengelola 4 aset yang penting yaitu sarana 11.312 yang terdiri dari 464 lokomotif, 1.985 kereta penumpang, 7.720 gerbong barang, 965 KRL + KRD, dan 153 LRT. Kami mengelola juga 608 stasiun, 6.031 km dalam bentuk trek, kami 35.237 orang yang tersebar di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Bobby mengungkapkan program strategis KAI untuk 2025, antara lain optimalisasi angkutan penumpang melalui peningkatan kapasitas dan layanan, serta peningkatan kapasitas angkutan barang di Sumbaksel dan Pulau Jawa untuk mendukung kelancaran logistik nasional. Perseroan juga menjalin kerja sama pengembangan aset untuk mendukung program strategis pemerintah, khususnya pembangunan 3 juta rumah rakyat.
Transformasi digital menjadi fokus utama untuk mendukung operasional dan keselamatan perjalanan kereta. Perbaikan tata kelola perawatan prasarana perkeretaapian juga dilakukan dengan menekankan aspek keselamatan. KAI juga menyiapkan usulan restrukturisasi Proyek Strategis Nasional kereta cepat Jakarta–Bandung.
Bobby menegaskan, kinerja positif ini menjadi modal bagi perseroan untuk melanjutkan pelayanan angkutan penumpang dan barang secara lebih efisien, sekaligus mendukung pembangunan infrastruktur transportasi nasional.