MCMNEWS.ID – Isu keretakan ditubuh internal PDI Perjuangan terus menjadi sorotan. Hubungan Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah Dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani menuju Pilpres digadang-dagang menjadi asal muasal.
Hasto Kristiyanto Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP berasumsi bahwa selama ini ada sejumlah pihak yang berupaya membelah hubungan internal partainya. Ia juga membantah kebenaran keretakan Ganjar dengan Puan.
“Baik-baik saja. Jadi memang ada upaya untuk membelah PDIP dan itu berulang kali dilakukan,” kata Hasto kepada awak media di sekolah partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, ditulis Sabtu (18/6/2022).
Sering diterpa issu keretakan di tubuh internal PDIP, Hasto menegaskan bahwa semua kader sampai saat ini masih tegak lurus kepada arahan ketua umum.
“PDIP ini kan dengan kultur dan kepemimpinan yang jelas di bawah direction dari Ibu Megawati Soekarnoputri yang betul-betul berjuang bagi kepentingan bangsa dan negara melalui bangunan organisasi kepartaian,” katanya.
Hal senada disampaikan oleh Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah itu mengaku tegak lurus pada keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Ia juga menegaskan keputusan pencalonan presiden pada Pilpres 2024 mendatang merupakan hak prerogatif Megawati.
“Semua tegak lurus pada keputusan dan itulah yang sudah menjadi keputusan kongres. Itu hak prerogatif penuh Ibu Ketum,” kata Ganjar kepada wartawan di Sekolah PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (17/6).
Hasto Kristiyanto Sekjend PDIP menilai Ganjar telah menyampaikan dirinya akan tegak lurus disiplin partai.
“Pak Ganjar tadi sudah ditanya wartawan dan pak Ganjar menegaskan bahwa saya adalah PDI Perjuangan, tegak lurus pada disiplin partai,” ucap Hasto, Kamis (16/6).
Ganjar yang diketahui bersama telah resmi menjadi salah satu bakal calon presiden (capres) yang akan diusung berdasarkan rekomendasi hasil rapat kerja nasional (Rakernas) Partai NasDem.