MCMNEWS.ID – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menuding Moeldoko menggunakan kekuasaannya sebagai Kepala Staf Presiden (KSP) untuk meyakinkan Kuasa Hukum pihaknya akan memenangkan permainan.
“Sejak awal pula, kami telah mencium gelagat pihak KSP Moeldoko yang gemar ‘memamerkan’ kekuasaannya, dengan jabatannya sebagai Kepala Staf Presiden (KSP),” kata AHY, dalam konferensi pers virtual, menanggapi penolakan Mahkamah Agung terhadap Judicial Review AD/ART yang lakukan Kubu Moeldoko, Rabu, (10/11/2021).
“Saya mendapat laporan, bahwa setelah beberapa kali dibriefing oleh KSP Moeldoko di kediamannya; para penggugat sangat yakin bahwa faktor kekuasaan akan berhasil memenangkan permainannya, dan gugatannya akan diterima oleh Mahkamah Agung,” lanjutnya.
AHY mengatakan, apa yang dilakukan oleh Moeldoko tidak hanya mencoreng nama baik Presiden sebagai atasannya, melainkan menabrak etika politik dan moral.
“Hasutan dan pamer kekuasaaan seperti ini tidak hanya mencoreng nama baik Bapak Presiden, tetapi juga sebagai atasan langsung beliau, juga menabrak etika politik, moral serta menerapkan supremasi hukum di Tanah Air,” tegasnya.
“Lebih dari itu, juga melabrak kehormatan dan etika keprajuritan. Banyak senior saya di TNI yang memberikan simpati kepada kami atas ulah dan tindak tanduk perbuatan KSP Moeldoko itu,” tambahnya.
AHY mengungkapkan, dari empat orang penggugat, terdapat satu orang yang meminta maaf dan memohon untuk kembali lagi menjadi bagian kubunya.
“Terhadap mantan kader yang menyadari kesalahan dan mau memperbaiki kesalahannya tersebut, saya tentu akan memaafkan dan menerimanya kembali sebagai kader Partai Demokrat,” tuturnya
“Saya yakin, seluruh kader Partai Demokrat akan menerima keputusan ini, bahkan mendorong saya untuk mengambil keputusan tersebut,” tandasnya.