MCMNEWS.ID – Telah terjadi dua kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di Tangerang Selatan (Tangsel). Pelaku melakukan modus yang sama kepada dua korban yang diketahui masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) ini dengan cara menculik korbannya sepulang sekolah.
Kabar ini langsung diungkapkan oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Tangsel, Tri Purwanto saat dijumpai di kantornya, Rabu (4/9/2024).
Mirisnya, kedua kasus penculikan dan pencabulan tersebut terjadi dalam kurun waktu yang berdekatan, tak sampai sebulan berselang.
“Yang pertama terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kedaung pada 5 Agustus 2024, dan kasus kedua terjadi di SDN 01 Jombang pada 21 Agustus 2024. Jadi kurang lebih dua pekan,” ujar Tri.
Tri memaparkan, kedua korban merupakan anak perempuan kelas 2 dan 3 SD.
Terduga pelaku, kata Tri, menjalankan aksinya dengan modus yang serupa.
“Awalnya si anak ini pulang sekolah, nah itu sudah ada orang (pelaku-red) yang nunggu di depan sekolahan dan menginfokan salah satu keluarganya ada yang kecelakaan. Makanya dia mau dianter, jadi itu hanya modus,” papar Tri.
Tri mengungkapkan berdasarkan informasi, terduga pelaku melancarkan aksinya dengan menunggani motor.
Setelah membohongi dengan alasan tersebut, lantas pelaku membawa korbannya dengan menggunakan motor yang ditungganginya.
“Pelaku laki-laki. Kejadiannya dengan modus yang sama,” imbuhnya.
Setelah itu, lanjut Tri, korban dibawa ke suatu tempat yang tidak diketahui korbannya. Saat itulah pelaku melakukan tindakan bejatnya tersebut, dengan mencabuli korbannya.
“Jadi dijemput tapi balik lagi sekitar jam 21.00 WIB ke sekolah. Jadi ada kekerasan seksual, pelecehan. Saat itu ada korban yang dibius, dan ada yang tidak tahu. Ada yang dibius, tahu-tahu dia bangun dalam keadaan telanjang,” ungkap Tri.
Tri menduga, terduga pelaku membawa korbannya ke arah Pamulang.
“Ada salah satu (korban-red) yang tahu arahnya, cuma lokasinya gak tahu tepatnya. Ke arah Pamulang. Ketahuannya setelah anak bercerita,” jelas Tri.
Tri menyebut, saat ini kasus tersebut telah dilaporkan ke Kepolisian.
“Korban sudah laporan ke polisi,” tandasnya.