MCMNEWS.ID | Dok: tribunnews
MCMNEWS.ID – Pertemuan Presiden Joko Widodo dengan para ketua umum partai politik pendukungnya yang digadang-gadang mengenai pembahasan koalisi besar telah berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (2/5/2023) malam.
Dalam pertemuan tersebut,enam ketua umum parpol yang hadir, yakni Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.
Kemudian Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, dan Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Mardiono.
Diawali dengan makan malam,pertemuan tersebut berlangsung selama 2,5 jam sejak pukul 19.00 WIB hingga pukul 21.37 WIB.
Saat dikonfirmasi setelah pertemuan, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa pertemuan malam ini bicara mengenai situasi perkembangan ekonomi terakhir. Termasuk dalam hal ini prediksi sejumlah negara besar, Bank Dunia dan IMF terhadap potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
“Ramalan semua negara besar, ramalan WB, IMF semua bahwa Indonesia benar-benar punya potensi menjadi negara maju. Sekarang kalau tidak salah GDP kita sudah 1,5 T, diperkirakan sekarang ekonomi kita sudah ke-16 terbesar dan diperkirakan sangat mungkin menjadi ke-4 terbesar di dunia,” ucap Prabowo dikutip dari Kompas.com
“Kalau kita pandai memanfaatkan. Saya kira itu titipan beliau (Presiden Jokowi) kepada kita-kita,” imbuhnya.
Ia pun menampik bahwa pertemuan tersebut diadakan untuk pembahasan pembentukan koalisi besar. Termasuk mengenai ajakan untuk mendukung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, sebagai calon presiden di Pilpres 2024.
“Tadi kita enggak terlalu rinci ya,” ucap Prabowo.
“Secara praktis tidak (ada) ya (pembahasan politik 2024), tapi titipan besar bahwa kita harus rukun, kita harus kompak demi bangsa dan negara. Saya kira itu ya, terima kasih,” ujarnya.