MCMNEWS.ID | Kemacetan sore hari yang terjadi ditengah pemberlakuan sistem satu arah di Viktor Buaran Kota Tangsel. Dok: tangkapan layar instagram @tangsel.life
MCMNEWS.ID – Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) telah memberlakukan Sistem Satu Arah (SSA) di simpang jalan Buaran, Viktor, Muncul dan Bundaran Tekno sejak Kamis, 2 Maret 2023.
SSA diberlakukan dari hari Senin hingga Jumat pada pukul 06.00 sampai pukul 09.00 pada pagi hari dan pukul 16.00 sampai pukul 18.30 pada sore hari. Sedangkan untuk hari Sabtu dan Minggu lalu lintas kembali normal seperti biasa.
Kebijakan SSA pada dasarnya dimaksudkan untuk mengurai kemacetan yang terjadi di sepanjang jalan tersebut pada jam sibuk yaitu pagi dan sore hari.
Namun realitanya, kebijakan sistem satu arah justru dikeluhkan oleh masyarakat lantaran semakin memperparah kemacetan.
Salah seorang pengendara, Aquari Shandy, menyebut sistem SSA yang terapkan pihak Pemkot Tangsel justru menimbulkan kemacetan lebih parah di titik lain.
“Kemacetan pagi hari di wilayah Muncul memang sedikit terurai di jam sibuk pagi hari tapi membuat ribet masyarakat di sepanjang jalur SSA belum lagi efek domino yang muncul, sehingga menimbulkan makin parahnya titik kemacetan di Rawabuntu pada pagi hari,” kata Shandy, kepada MCMNEWS.ID Jumat, 3 Maret 2023.
“Belum lagi SSA sore hari, dimana kemacetan menjadi semakin parah di sepanjang jalan Ciater menuju Viktor,” lanjutnya.
Selain itu, menurut Shandy, sistem satu arah juga menimbulkan sejumlah dampak negatif bagi masyarakat sekitar. Shandy menyebut, bahkan warga harus rela memutar jalan sehingga memakan waktu lebih banyak untuk sampai pada tujuan.
“SSA yang mulai dilaksanakan oleh Dishub guna mengurangi kemacetan justru menimbulkan efek domino yang merugikan masyarakat, seperti pedagang makanan pagi yang kehilangan pelanggannya di sepanjang jalur yang dilalui,” terang yang juga merupakan warga Setu Kota Tangsel.
“Belum lagi jadi sulitnya masyarakat yang harus memutar jalan untuk sampai ketujuan, padahal tujuannya tidak jauh, pokoknya enggak banget dah SSA ini. Apalagi masyarakat Setu khususnya di RW 004 yang harus menikmati menumpuknya kendaraan di wilayahnya karena menjadi jalan alternatif warga Tangsel untuk menuju Taman Tekno,” pungkasnya.