MCMNEWS.ID | Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad
MCMNEWS.ID – Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menerangkan terkait uji materi pemilu sistem proporsional terbuka bahwa mengedepankan asas keadilan.
“Ya tentunya kami dari Partai Gerindra juga mengedepankan asas keadilan dan pemerataan,” ujar Dasco.
Selain mengedepankan asas keadilan dan pemerataan, Dasco menjelaskan bahwasanya dengan sistem proporsional terbuka lebih memberikan kesempatan kepada partai baru untuk berkontestasi di Pemilu 2024.
“Kita lihat juga banyak partai-partai baru yang ingin berkontestasi, tentunya juga harus diberikan kesempatan untuk kemudian ikut dalam pileg. Apabila dia dilakukan proporsional tertutup akan lebih sulit melakukan sosialisasi terhadap masyarakat, karena partai-partai masih baru,” tutur Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/1/2023).
Sampai saat ini Partai Gerindra pun masih menunggu keputusan MK. Gerindra menyebut bahwa MK belum memutuskan gugatan tersebut.
Meski demikian ia menyebut Partai Gerindra akan mengikuti keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas uji materi terhadap Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu (UU Pemilu) terkait perubahan sistem proporsional terbuka menjadi proporsional tertutup sebagaimana yang sudah diajukan ke MK.
“Kami akan ikut ketentuan dari MK apabila sudah diputuskan. Tentunya kalau sudah diputuskan MK, ya kita siap, kita ikuti,” kata Dasco.
Ketua DPP Harian Partai Gerindra tersebut menyebut pernyataan Ketua KPU Hasyim Asy’ari terkait tentang sistem coblos partai tak digulirkan begitu saja. Hal tersebut berlandaskan karena ada gugatan yang masuk ke MK.
“Saya pikir apa yang disampaikan Ketua KPU itu adalah sebuah warning, karena sudah ada gugatan atau Judicial Review (JR) di MK. Ketua KPU menyampaikan bahwa ada kemungkinan ini proporsional tertutup, karena kan ada kemungkinan MK memutuskan” ucap Dasco.
“Jadi itu bukanlah statement liar dari KPU, tetapi itu warning. Bahwa ini ada kemungkinan begini loh, menginformasikan kepada masyarakat luas dan partai politik,” tutup Dasco.
Sebelumnya, Ketua KPU RI Hasyim Asyari menyebutkan ada kemungkinan pemungutan suara Pemilu 2024 dengan sistem proporsional tertutup atau memilih partai, bukan caleg.
“Ada kemungkinan, saya belum berani berspekulasi, ada kemungkinan kembali ke sistem proporsional daftar calon tertutup,” kata Hasyim dalam acara Catatan Akhir Tahun 2022 di Kantor KPU RI, Jakarta, Kamis (29/12/2022).