MCMNEWS.ID – Angka pengangguran dan kemiskinan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus mengalami kenaikan dalam beberapa tahun belakangan, hal itupun mendapatkan sorotan dari beberapa Fraksi di DPRD Kota Tangsel.
Sedikitnya terdapat dua Fraksi di DPRD Kota Tangsel yang menyoroti naiknya angka pengangguran dan kemiskinan, yakni Fraksi Gerindra-PAN dan Fraksi Golkar.
Sorotan tersebut disuarakan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Tangsel tentang Pandangan Umum Fraksi Terhadap Nota Keuangan dan Raperda tentang P-APBD 2022, Senin, (29/7/2022).
Anggota Fraksi Gerindra-PAN DPRD Kota Tangsel, TB Adha Saputra, mendorong APBD Perubahan tahun 2022 Kota Tangsel harus fokuskan untuk pemulihan ekonomi dan mengatasi permasalahan meningkatnya angka kemiskinan dan pengangguran.
“Rancangan Perubahan APBD Tahun 2022 harus berpihak pada program pemulihan ekonomi daerah, dan perlindungan sosial untuk meningkatkan kesempatan kerja dan mengurangi kemiskinan di Kota Tangerang Selatan,” kata TB Adha dalam pembacaan Pandum Fraksi Gerindra-PAN, Senin, (29/8/2022).
“Hal ini mengingat bahwa jumlah angka pengangguran yang meningkat hingga 8,60% di tahun 2021 dan juga angka kemiskinan yang terus melonjak naik dari 1,68 persen pada tahun 2019 menjadi 2,29 persen di tahun 2020 dan terus naik menjadi 2,57% di tahun 2021. Kami menekankan agar Pemerintah Kota Tangerang Selatan memberikan perhatian serius terhadap masalah tersebut,” tambahnya.
Sementara itu Fraksi Golkar mendesak Pemkot Tangsel untuk membuat program demi menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di Kota Tangsel.
“Untuk menurunkan angka kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka, fraksi Golkar berharap adanya terobosan kebijakan belanja daerah terhadap pertumbuhan ekonomi yang ada korelasinya dengan angka kemiskinan dan tingkat pengangguran,” kata anggota Fraksi Golkar DPRD Tangsel, Mathodah