MCMNEWS.ID | Vaksinasi massal di Tangsel. Dok: Eka
MCMNEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) resmi melakukan vaksinasi masal sebanyak 35.000 dosis kepada masyarakat umum berumur 18 tahun keatas.
Vaksinasi masal dilakukan di 3 titik berbeda yang telah ditentukan Pemkot Tangsel, yakni Universitas Pamulang, Bintaro Xchange dan Alam Sutera.
Namun sayangnya, vaksinasi masal justru menimbulkan kerumunan dan berpotensi menjadi klaster baru penyebaran Cobid-19.
Menanggapi hal itu, Pengamat Kebijakan Publik dari UIN Jakarta, Tantan Hermansah, mengatakan, seharusnya Pemkot Tangsel mampu mengantisipasi kerumunan saat melakukan vaksinasi massal.
Hal itu, kata Tantan, karena pemerintah merupakan corong sekaligus teladan dalam menerapkan protokol kesehatan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.
“Tentu pemerintah harus berupaya keras untuk mengamankan proses (saat melakukan) vaksinasi ini. Meski berat, sebaiknya protokol kesehatan tentang kerumunan ditaati,” kata Tantan, ketika dikonfirmasi, Selasa, (29/6/2021).
“Pemerintah harus menjadi corong dan sekaligus teladan yang kuat, agar masyarakat selain akan mengapresiasi juga akan menjadikan pemerintah sebagai basis rujukan keseharian,” lanjutnya.
Tantan menyebut, untuk menghindari terjadinya kerumunan saat melakukan vaksinasi, Pemkot Tangsel seharusnya mampu memanfaatkan fasilitas tambahan.
“Memang sebaiknya, selain di titik tertentu, pemerintah bisa tetap mengoptimalkan puskesmas, dan sebagainya. Sehingga bisa memecah kerumunan,” terangnya.