MCMNEWS.ID – Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letnan Jenderal TNI Agus Subiyanto mengungkapkan dengan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Tahun 2023 bisa untuk membantu perbaikan infrastruktur gempa di Cianjur.
“Bisa, makanya di TMMD ada dua sasaran. Sasaran fisik dan nonfisik. Yang nonfisik kita memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar ramah lingkungan,” ujar Agus di sela Rapat Paripurna TMMD Ke-115 Tahun Anggaran 2022 di Mabes TNI AD, Jakarta, Kamis (24/11/22).
Perbaikan infrastruktur yang dimaksud berupa perbaikan jalan rusak, rumah tidak layak huni dan beberapa hal lainnya sehingga dapat meringankan beban korban gempa Cianjur.
Dalam penanganan evakuasi korban gempa cianjur sampai saat ini TNI AD telah menurunkan kurang lebih 2400 personil.
“Hari ini mungkin kita akan tambah lagi supaya lebih cepat penanganannya,” kata Wakasad.
Personel yang dikerahkan itu tidak hanya melakukan evakuasi korban gempa, menjadi tim medis yang mengalami luka-luka akibat gempa dna juga menyediakan dapur lapangan dan tenda pengungsian.
“Ada yang bertugas melakukan pencarian, ada tenaga medis, kemudian dapur lapangan. Kami siapkan 10 dapur lapangan, tenda-tenda pengungsian, tenda-tenda kesehatan,” kata jenderal bintang tiga tersebut dikutip dari Antara.
Tak luput juga TNI AD mengirimkan tim psikolog untuk masyarakat yang alami trauma.
“Kami juga mengirimkan tim psikolog untuk membantu mengatasi masyarakat yang mengalami trauma akibat bencana tersebut,” kata Agus.
TMMD adalah salah satu wujud operasi Bakti TNI yang terintegrasi dan terpadu antarlintas sektoral guna meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah pedesaan, khususnya daerah yang tergolong tertinggal, terisolasi, perbatasan dan daerah kumuh perkotaan serta daerah lain yang terkena dampak akibat bencana.
Kegiatan TMMD pada hakekatnya merupakan wujud nyata dari penerapan budaya gotong-royong dengan semangat kebersamaan, persaudaraan, persatuan dan kesatuan untuk bersama-sama serta bersatu padu untuk membangun daerah.