MCMNEWS.ID | Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah. (Dok: Istimewa)
MCMNEWS.ID – Maharta dan Wilayah Kampung Bulak, RT 04 RW 02, Pondok Kacang Timur, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali dilanda banjir setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi pada Senin malam (17/5/2021).
Kampung Bulak sendiri merupakan salah satu wilayah yang rutin terendam banjir, bahkan dalam kurun waktu satu tahun, Kampung Bulak sudah terendam banjir hingga 8 kali.
“Tahun ini udah sering banget, ada kali 8 kali mah, 3 kali bulan puasa. Sampe bingung ini air naik darimana lagi,” ujar salah seorang warga Kampung Bulak, Datin, Selasa (18/5/2021).
Banjir sendiri terjadi karena intensitas hujan tinggi dan wilayah yang memang merupakan daerah resapan air.
Menanggapi hal itu, Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah, mengungkapkan, pembangunan perumahan di daerah resapan air, merupakan masalah yang terjadi di seluruh Indonesia.
Trubus menduga ada ‘main mata’ antara pengembang dan oknum pejabat yang berwenang mengeluarkan izin pembangunan. Menurut Trubus masyarakat berhak memperoleh hunian yang aman dan nyaman.
“Ini terjadi hampir di seluruh Indonesia. Sudah tahu, daerah resapan air tidak boleh dibangun perumahan, tapi tetap bisa dibangun. Kentalnya permainan mata antara pengembang dan oknum pejabat, seringkali menghilangkan hak masyarakat dalam memperoleh hunian yang aman dan nyaman,” kata Trubus.
Trubus menyampaikan, solusi terbaik bagi pemerintah saat ini, jikalau lokasi perumahan merupakan daerah resapan air, maka Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel perlu membebaskan lahan disekitarnya, untuk menjadi ‘resapan air pengganti’. Sehingga, katanya lagi, banjir dapat teratasi dengan adanya ‘pengalihan’ resapan air tadi.
“Walaupun perumahan itu dibangun zaman Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, tapi Pemkot Tangsel punya tanggung jawab bagi warganya. Solusinya ya buatkan daerah resapan air di sekitar perumahan itu. Kan karena dulunya itu daerah resapan air, maka buatkan lagi untuk aliran air, atau resapan air, biar ngga banjir. Kalau perbaikan drainase dan penambahan tanggul sudah dilakukan, solusinya tinggal itu aja, bebaskan lahan untuk daerah resapan air,” tegas Trubus.
Terpisah, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menyatakan bahwa permasalahan banjir yang terjadi di kota bertajuk Cerdas, Modern dan Religius (Cmore) tersebut, perlu solusi dan kerjasama seluruh pihak. Menurut pria lulusan teknik itu, menjadi kewajiban bersama, dalam mengatasi banjir.
“Jadi gini memang permasalahannya itu enggak semudah itu, ini perlu ada kebersamaan dari pemerintah kota juga ada aset dari balai besar ya. Nah inikan udah kejadian, bagaimana ya kita cobalah nanti kita dengan dinas terkait nanti kita cari solusinya buat segera, ya pasti kewajiban kita bersama untuk menyelesaikan permasalahan ini,” ujar Pilar Saga Ichsan.