MCMNEWS.ID | Anggota DPRD Kota Tangsel Fraksi Gerindra, Mulyanah Anwar. Dok: istimewa
MCMNEWS.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diminta untuk memperbaiki pendataan info grafis dalam menentukan zonasi kasus Covid-19 dilingkungan RT dan RW.
Demikian permintaan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Mulyanah Anwar.
Menurut Mulyanah, ketepatan pendataan sangat dibutuhkan untuk melakukan tracking penyebaran Covid-19.
Karena itu, lanjut Mulyanah, sinkronisasi data antara Dinkes dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) harus dilakukan sebelum masuk ke tingkat Provinsi.
“Sampai saati ini Komisi II DPRD Tangsel tetap mengawasi, namun tetap sinkronisasi antara BPBD, karena BPBD juga mendata, BPBD dan Dinkes ini kurang sinkron. Jadi ke sinkronan RT/RW, Dinkes dan BPBD harus di satuin lagi,” katanya, Senin, (26/07/2021).
“Sebelumnya pernah data dari Provinsi tidak sinkron, jadi itu belum diperbaiki, di tingkat Provinsi tidak sama dengan Tangsel. Jadi perlu diperbaiki terlebih dahulu. Karena data yang kemarin masuk adalah BPBD, kemarin kita rapat dengan BPBD, jadi data yang betul data BPBD, yang masuk ke Provinsi,” lanjutnya.
Politisi Partai Gerindra itupun mendesak Dinkes Tangsel melibatkan elemen masyarakat dalam penanganan dan pencegahan Covid-19.
Hal itu lantaran tenaga kesehatan di kota bertajuk Cerdas, Modern dan Religius saat ini masih kurang.
“Kalau yang kita lihat si perlu penataan soal pendataan. Meskipun Dinkes kewalahan juga, nakes kewalahan, jadi harus bersama-sama. Dinkes perlu melibatkan masyarakat di PPKM ini, jadi tidak mengandalkan dari Dinkes juga, karena tenaga juga kurang,” terangnya.
“Kita juga dalam hal ini pemerintah kota butuh melibatkan masyarakat, bukan nakes aja, untuk menjadi relawan dan juga butuh pelatihan juga untuk masyarakat,” tandasnya.