MCMNEWS.ID – Sebagian pelaku Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengaku kesulitan dalam mengurus izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Pengakuan tersebut terjadi saat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahudin Uno, melakukan kegiatan Workshop KaTa (Kabupaten/Kota) Kreatif, di resto Kampung Anggrek, Serpong, Kota Tangsel, pada Selasa, 7 Juni 2022.
Kejadian tersebut bermula saat Menparekraf Sandiaga Uno menanyakan kepada para pelaku Ekraf di Tangsel terkait kesulitan yang dihadapi dalam menjalankan usaha.
“Permasalahannya dimana, sudah mudah atau masih sulit? Kalau untuk perizinan gampang dong? Kalau untuk BPOM gimana BPOM,” tanya Sandiaga Uno kepada peserta.
“Gimana ni yang benar, susah atau gampang, ada yang bilang gampang ada yang bilang susah, jangan jaim (jaga image, red) didepan pak Wakil. Nanti disampaikan saja dalam sesi tanya jawab,” kata Sandiaga Uno.
Wakil Ketua Gerakan Ekonomi Kreatif Indonesia (Gekrafs) Kota Tangsel, Grandis Satria, menyebut, kesulitan untuk mendapatkan izin lantaran persyaratan yang harus dipenuhi sangat ketat.
Lanjut Grandis, sedangkan untuk perizinan seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) prosesnya lebih mudah.
“Perizinan seperti BPOM, HAKI, bahkan HALAL lebih sulit karena persyaratan yang harus dipenuhi lebih ketat. Kalau izin seperti NIB dan PIRT sejauh ini prosesnya mudah,” sebut Grandis.
Sementara itu, Wakil Walikota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menjelaskan, untuk mendapatkan izin dari BPOM memang kendala yang dirasakan oleh seluruh pelaku Ekraf dan UMKM diseluruh Indonesia.
Kendati demikian, lanjut Pilar, Pemkot Tangsel melalui dinas terkait akan tetap melakukan pendampingan kepada pelaku Ekraf dan UMKM agar bisa mendapatkan izin BPOM.
“Kita (akan terus) melakukan pendampingan, karena BPOM kan lembaga yang berbeda dari Pemkot Tangsel, tapi memang kendala diseluruh indonesia seperti itu,” kata Pilar Saga Ichsan.
“Kata beliau (Sandiaga Uno, red) coba bikin MoU bersama antara Pemkot Tangsel, Kementerian Pariwisata dan BPOM. Mudah-mudahan lebih dimudahkan. Kita ingin Tangsel ini menjadi barometer dari ekonomi kreatif di Indonesia,” pungkasnya.