MCMNEWS.ID | Sekertaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan, Yepi Suherman. Dok: Andre Pradana
MCMNEWS.ID – Meski melakukan kerjasama dengan Kota Serang terkait pembuangan sampah, Kuota sampah untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) disebut tetap aman.
Demikian dikatakan oleh Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel, Yepi Suherman, di Gedung DPRD, Rabu, (03/02/2021).
“Kerjasama pengelolaan sampah dengan Kota Serang itu setiap tahun. Jadi 400 ton yang kita buang kesana, nantinya kan ada evaluasi tiap tahunnya,” kata Yepi Suherman.
“Kuota untuk PLTSa tetap aman. Kita butuh 800 ton untuk dikelola menjadi listrik. Nanti kita evaluasi kerjasama dengan Kota Serang. Untuk memenuhi kuota PLTSa, saya rasa tetap masih bisa kita,” tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, senada dengan Sekretaris DLH, Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangsel, Aldi Zuhri, menyatakan, bahwa kuota sampah untuk PLTSa dapat terpenuhi.
Hal itu ditenggarai dengan bertambahnya populasi masyarakat di kota bermotto Cerdas, Modern, dan Religius ini.
“Kalau orang nambah-nambah terus, bayangin dari 350 ton menjadi 1000 ton dalam waktu 5 tahun. Karena sampah semakin hari semakin bertambah, walau sudah ekspor dan kerjasama dengan Kota Serang (sebanyak) 350 ton, (sampah) makin bertambah lagi nantinya,” kata Aldi Zuhri kepada wartawan beberapa waktu lalu, ditulis Senin, (25 /01/2021).
Aldi menambahkan, saat ini pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel telah melakukan kesepakatan dengan Kota Serang, soal pengelolaan sampah. Namun, pihaknya pun mendukung langkah kepemimpinan Airin Rachmi Diany dalam membangun PLTSa di lokasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang.
“Sekarang ini sampah 1000 ton setiap hari, nah solusinya harus dipake (untuk) tenaga listrik (PLTSa). Ini kan baru lagi bermimpi, bermimpi lah sebelum menjadi kenyataan. Kepastian penggunaan TPA Cipeucang untuk PLTSa, nanti pas Rapat Koordinasi (Rakor) lah baru saya sampaikan,” tambah Aldi.
“Ya kan memang kita gak ada tempat lain pembuangan sampah. Kemana-mana gak mau terima. Mau gak mau pake PLTSa. Lahan kita gak punya, kemana-mana kita gak diterima, sampah mau dibuang kemana? 1000 ton lagi perhari. Komisi IV sangat mendukung (pembangunan PLTSa di TPA Cipeucang,” pungkasnya.