MCMNEWS.ID – Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dari Fraksi Demokrat, Julham Firdaus, mempertanyakan keseriusan Pemkot Tangsel dalam memenuhi ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kota bertajuk Cerdas, Modern dan Religius.
Pasalnya, lanjut Julham, RTH di Kota Tangsel yang baru mencapai 4,18 persen masih sangat jauh dari ketentuan Undang-Undang yang mengharuskan RTH minimal 30 persen dari luas wilayah suatu kota.
“Perlu keseriusan untuk mencapai itu. Hari ini saja baru 4,18 persen masih sangat jauh dari 30 persen, dan itu tidak akan tercapai jika tidak ada upaya dan hanya pasrah,” kata Julham Firdaus, kepada MCMNEWS.ID, Senin, 6 Juni 2022.
Politisi Partai Demokrat itupun menyinggung visi Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan yang ingin menjadikan Tangsel sebagai kota lestari, saling terkoneksi, efektif dan efisien.
Menurutnya, menjadikan Tangsel sebagai kota lestari harus ada upaya dan perencanaan program yang serius sehingga kesinambungan pembangunan dan lingkungan mampu tersedia.
“Kepatuhan dan ketegasan kita terhadap sebuah aturan menjadi sangat penting.
Pak Benyamin Davnie di dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, red) salah satunya ingin menjadikan Tangsel sebagai kota lestari,” tuturnya.
“Tidak cocok ingin menjadikan Tangsel kota lestari kalau tidak ada upaya dan rencananya, karena penjabaran kota lestari salah satunya terjadinya keseimbangan lingkungan dan pembangunan yang berwawasan lingkungan. Kalau memang itu cita-citanya ya harus serius dong untuk mencapai itu,” tegasnya.
Sekedar informasi, berdasarkan data Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) pada tahun 2019 ketersediaan RTH di Kota Tangsel baru mencapai 4,18 persen dan akan diperkirakan mencapai 6 persen pada tahun 2022 ini.
Ketersediaan 4,18 persen RTH di Kota Tangsel terdiri dari kawasan sekitar danau atau waduk seluas 93 hektar, kawasan sepadan sungai 99 hektar, hutan kota seluas 31 hektar, dan kawasan pemakaman ada 140 hektar.
Untuk kawasan RTH lapangan ada 17,8 hektar, sepadan pipa gas 32 hektar, sempadan rel kereta 34 hektar, sempadan jaringan listrik tegangan tinggi ada 67 hektar, taman jalan 23 hektar, kemudian kawasan taman lingkungan seluas 141 hektar, dengan total sekitar 688 hektar.