MCMNEWS.ID | Walikota Tangsel, Benyamin Davnie. Dok: Andre Pradana
MCMNEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) dikabarkan tengah kekurangan kantong Jenazah dan peti mati bagi warga yang meninggal akibat Covid-19.
Walikota Tangsel, Benyamin Davnie menuturkan, untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya akan menggelontorkan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) untuk penanganan Covid-19.
Benyamin mengatakan, saat ini pihaknya tengah berkomunikasi secara intensif dengan pihak penyedia kantung jenazah dan peti mati.
“Dana BTT yang eksisting Rp.4,7 miliar, kelebihan dana bagi hasil Rp.38 miliar. Jadi ada sekitar Rp.42 miliar. Kantung jenazah dan peti serta ambulance, untuk ambulance kita menambah mobil-mobil untuk kita alih fungsi jadi ambulance, luxio dan hiace,” kata Benyamin Davnie, Senin, (5/7/2021).
“Ada dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dua unit, Dinas Pariwisata satu unit. kurang lebih enam unit mobil untuk dialih fungsikan. Peti mati dan kantung jenazah kita kerjasama dengan penyedia secara intensif, pokoknya pasti kami bayar,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pemakaman pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Tangsel, Nazmudin menyatakan, kebutuhan kantong jenazah dan peti diperkirakan hingga 50 perhari.
“Iya sekarang lagi kosong. Kebutuhan kita rata-rata per hari 50 kantung jenazah dan peti. Sekarang ini kita udah order ke Cikande (Kabupaten Serang). Mudah-mudahan cepat diantar,” kata Nazmudin.