MCMNEWS.ID | Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah. Dok: jimmy-bb/net
MCMNEWS.ID – Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah menyebut Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) harus melakukan evaluasi terkait pelaksanaan program pengentasan kemiskinan.
Hal itu dikatakan Trubus menanggapi minimnya penurunan jumlah penduduk kemiskinan di Kota Tangsel pada tahun 2022 yang hanya sekira 280 jiwa.
Trubus menduga minimnya penurunan jumlah penduduk miskin di Kota Tangsel dikarenakan adanya kesalahan dalam penyusunan program pengentasan kemiskinan di kota termuda se Provinsi Banten tersebut.
“Kalau saya melihat itu banyak programnya itu tidak tepat sasaran, program tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” kata Trubus Rahardiansyah, kepada MCMNEWS.ID, ditulis Selasa, (3/1/2023).
“Kalau penurunannya relatif kecil seperti itu mengindikasikan sebenarnya ada carut marutnya tata kelola program,” lanjut Trubus.
Bahkan menurut Trubus, Kota Tangsel dengan daerah penurunan pendudukan miskin terendah se Provinsi Banten mengindikasikan gagalnya Pemkot dalam mengentaskan kemiskinan.
“Programnya itu lebih banyak pemborosan anggaran dan ini menunjukan bahwa kegagalan di dalam istilahnya pengentaasan kemiskinan sebagaimana yang di gembar-gemborkan,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, penduduk miskin di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tercatat mencapai 44.290 jiwa atau turun sekira 280 jiwa dari tahun 2021. Hal itu diketahui berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada akhir tahun 2022.
Pada tahun 2021, jumlah penduduk miskin di Kota Tangsel tercatat sebesar 2,57 persen atau sekira 44.570 jiwa. Sedangkan pada tahun 2022 penduduk miskin tercatat menjadi 2,50 persen atau 44.290 jiwa.
Dengan begitu jumlah penduduk miskin di Kota Tangsel hanya turun sebesar 0,07 persen atau 280 jiwa. Angka tersebut menjadikan Kota Tangsel sebagai daerah dengan penurunan jumlah penduduk miskin terendah se Provinsi Banten.
Kabupaten Lebak menjadi wilayah dengan penurunan jumlah penduduk miskin terbesar se Provinsi Banten pada tahun 2022 dengan total 17.530 jiwa. Kabupaten Pandeglang berada diurutan kedua dengan total 16.780 jiwa.
Kabupaten Serang berada di posisi ketiga dengan total penurunan sebanyak 7.640 jiwa. Kota Serang berada diposisi keempat dengan penurunan 5.350 jiwa.
Sedangkan penurunan pendudukan miskin terbanyak diurutan kelima adalah Kota Cilegon dengan jumlah 2.430 jiwa. Kabupaten Tangerang mencatatkan penurunan jumlah penduduk 1.830 jiwa. Sedangkan Kota Tangerang berhasil mencatatkan penurunan angka kemiskinan sebanyak 1.360 jiwa.