MCMNEWS.ID | Ilustrasi TPPO. Dok: ist
MCMNEWS.ID – Kecamatan Setu dikabarkan menjadi wilayah paling rawan terjadinya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) se Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Demikian disampaikan Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) pada Dinas P3AP2KB Kota Tangsel, Irma Safitri.
“Itu kalau ditangkap semua, itu 80 persen orang luar (Kota Tangsel) semua. 20 persen orang Tangsel. Banyaknya di daerah (Kecamatan) Setu,” kata Irma, ditulis Kamis 12 Januari 2023.
Irma menegaskan, kasus-kasus TPPO yang sering dihadapinya antara lain, penyewaan anak-anak di bawah umur, untuk mengamen dan mengemis.
“Di sana (wilayah Kecamatan Setu) itu dia hanya sekedar pengemis yah dan ngamen. Anak-anak dipakai itu (menjadi pengemis dan pengamen), dia (warga Tangsel) mengontrak,” jelas Irma.
Irma menyatakan, lokasi-lokasi zona merah TPPO, telah diketahui sejak lama. Namun, ujarnya lagi, perlu komitmen dan keseriusan dari seluruh pihak, dalam upaya pencegahannya.
“Kalau saya melihatnya komitmen saja. Bagaimana mau memberantas atau ngga. Karena semua udah pada tau kok,” tutur Irma.
Sementara itu, salah seorang Sumber pada Dinas P3AP2KB yang enggan disebutkan namanya mensinyalir, lokasi-lokasi yang disinyalir menjadi tempat TPPO berada tidak jauh dari Perempatan Viktor, Setu, Kota Tangsel.
“Pernah kami selidiki, itu (lokasi TPPO) ngga jauh dari Perempatan Viktor. Sering kita lihat anak-anak ‘dipinjam’ untuk dijadikan pengamen,” ucap Sumber.
“Sama perempuan-perempuan tuna susila juga banyak yang ngontrak di daerah sana,” ungkap Sumber.