MCMNEWS.ID – Legenda Barcelona dan Arsenal, Thierry Henry mengatakan bahwa kegagalan Barcelona menuju semifinal Liga Champions 23/24 itu dikarenakan karena ulah mereka sendiri.
Karena pelatih Barcelona, Xavi, sempat menyalahkan wasit yang memimpin pertandingan krusial tersebut.
Barcelona tersingkir dari Liga Champions setelah kalah 4-6 secara agregat dari PSG di perempat final.
Sempat menang 3-2 saat melawat ke Parc des Princes pada leg pertama perempat final, Barcelona kalah 1-4 dari PSG di Estadi Olimpic Lluis Companys, Rabu (17/4/2024) dini hari WIB.
Pelatih Barcelona, Xavi, menyalahkan wasit Istvan Kovacs yang memimpin laga sebagai alasan kegagalan Barcelona pada laga di depan pendukungnya tersebut. Kovacs juga memberikan kartu merah kepada Ronald Araujo pada babak pertama.
Namun, pendapat berbeda diungkapkan oleh Thierry Henry. Menurutnya Barcelona tidak bisa seenaknya bermain seperti itu di kompetisi sebesar Liga Champions.
“Anda tidak bisa membuat kesalahan di Liga Champions,” tegas Thierry Henry kepada CBS dilansir BBC Sports.
“Jika Anda membuat kesalahan, Anda harus langsung membayarnya dan itulah mengapa sulit memenangkan kompetisi itu, karena Anda tidak bisa membuat satu kesalahan pun,” lanjut eks pesepak bola yang memperkuat Barcelona pada 2007 hingga 2010 itu.
Dalam pertandingan yang berlangsung di depan pendukungnya, Barcelona sempat unggul 1-0 lewat gol Raphinha pada menit ke-12. Namun, Barcelona harus kehilangan Ronald Araujo pada menit ke-29.
Setelah bermain dengan 10 pemain, Barcelona kebobolan satu gol di babak pertama, dan tiga gol di babak kedua. Namun, Thierry Henry menegaskan bahwa Ronald Araujo pantas mendapatkan kartu merah, tetapi kekalahan Barcelona seharusnya bukan karena kartu merah itu.
“Barcelona pantas untuk bermain dengan 10 pemain. Penalti ya penalti. Bukan berarti Anda harus kebobolan banyak gol seperti itu,” tegas Thierry Henry.
“Kebobolan yang mereka alami bukan karena mereka bermain dengan 10 pemain. Itu karena mereka mulai panik. Anda tak bisa memenangkan gelar apa pun atau menjadi juara ketika Anda panik. Saya tidak peduli siapa Anda,” lanjutnya.
Thierry Henry menegaskan bahwa Barcelona seharusnya tidak panik saat harus bermain dengan 10 pemain di depan para pendukungnya. Nyatanya, hal itulah yang terlihat dari tim asuhan Xavi Hernandez.
Thierry Henry pun menegaskan bahwa hal itu menjadi momentum yang bagus bagi PSG dan kekalahan yang dialami oleh Barcelona ya memang karena kesalahan mereka sendiri.
“Anda tidak bisa panik di situasi sulit karena itu akan menakutkan bagi Anda, akan menakutkan bagi tim di stadion, dan berikutnya seperti yang Anda tahu, momentumnya menjadi milik PSG. Itulah yang membuat mereka sendiri tersingkir dari kompetisi,” tegasnya.