MMCNEWS.ID – Dalam sebuah artikel menyambut Piala Asia U-23 2024, FIFA akui salah satu pemain Timnas Indonesia U-23, Rizky Ridho sebagai pemain yang patut diperhatikan.
Sebelum Piala Asia U-23 dimulai, FIFA menampilkan garis besar turnamen yang merupakan ajang kualifikasi Olimpiade 2024 zona Asia.
Selain menyebutkan negara-negara yang berkompetisi, FIFA juga merangkum pemain-pemain yang dianggap mencolok. Rizky Ridho masuk dalam catatan tersebut.
Penampilan bek Persija Jakarta tersebut di jantung pertahanan Timnas Indonesia senior dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi dasar penilaian FIFA.
“Terlahir sebagai pemimpin, Ridho yang berusia 22 tahun menjadi kapten tim selama kualifikasi Piala Dunia zona Asia pada Maret dan memainkan peran penting dalam kemenangan berturut-turut melawan Vietnam. Baik di dalam maupun di luar lapangan, ia menjadi sosok inspiratif bagi tim,” tulis FIFA memaparkan kiprah Ridho ketika membela Timnas Indonesia melawan Vietnam bulan lalu.
“Bek tengah ini menjadi bagian dari tim yang membawa Indonesia melaju ke putaran kedua Piala Asia untuk pertama kalinya awal tahun ini. Setelah membantu membuat sejarah, Ridho akan menjadi salah satu bintang terkemuka di Piala Asia U-23 saat Indonesia berupaya mewujudkan impian kualifikasi Olimpiade yang telah lama mereka impikan,” lanjut artikel tersebut.
Seperti yang bisa kita lihat, Ridho adalah salah satu pilar penting yang namanya naik daun di era kepelatihan Shin Tae Yong. Semula diandalkan di Timnas Indonesia U-20, Shin lantas menaruh kepercayaan pada Ridho untuk tampil di pentas senior.
Ia bahkan mampu menempatkan diri dengan pemain-pemain bertahan Timnas Indonesia yang merumput di luar negeri macam Jordi Amat, Elkan Baggott, Justin Hubner, atau Sandy Walsh.
Kemampuan Ridho menjadi palang pintu di jantung pertahanan bakal memegang peranan penting bagi performa Timnas Indonesia U-23 yang baru pertama kali berlaga di Piala Asia U-23.
Selain Ridho, FIFA juga mencantumkan tiga nama lain yang patut disorot yakni Kuryu Matsuki dari Jepang, abdullah Radif dari Arab Saudi, dan Harib Abdalla dari Uni Emirat Arab.