Mulai dari refleksi di Kayutangan Heritage dan Bundaran Tugu Kota Malang pukul 19.00 WIB hingga menjelang detik-detik kelahiran Arema FC pada 11 Agustus yang juga akan dilakukan pemotongan 35 tumpeng dilanjutkan corteo yang akan diikuti oleh Aremania dan Walikota Malang bersama Forkopimda.
“Walikota Malang akan memimpin langsung tasyakuran tersebut. Dibantu oleh Kapolresta, arena Kayutangan dan Bundaran Tugu akan diusahakan steril dari kendaraan agar kegiatan terpusat dan berjalan lancar. Oleh karena itu kegiatan refleksi tersebut dilakukan pada malam hari,” ungkap Sudarmaji.
Tak hanya itu, pada 11 Agustus 2022 pukul 08.00 WIB akan diadakan apel kebangsaan yang dihadiri oleh Aremania. Tujuannya yakni mengikrarkan Jiwa Jawara untuk Indonesia dengan mengobarkan semangat nasionalisme melalui Salam Satu Jiwa.
“Gagasan dari Danrem 083 Baladhika Jaya di tanggal 11 Agustus akan digelar apel kebangsaan yang diadakan di rampal. Kegiatan itu sekaligus ikrar Jiwa Jawara sebagai semangat nasionalisme yang selama ini disuarakan oleh Arema dan Aremania melalui slogan salam satu jiwa,” jelasnya.
Usai apel, akan dilakukan kegiatan napak tilas dari rampal menuju Stadion Kanjuruhan. Napak tilas ini sekaligus untuk meresmikan patung ikonik Singa Mahkota yang merupakan gagasan Kapolres Malang yang berada di Kanjuruhan.
Selain itu, muncul gagasan dari Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Yudhi Prasetiyo untuk tanggal 11 – 17 Agustus 2022 di rampal juga akan digelar Festival Arema dimana dibuka stand dan bazar ikonik Arema yang akan diikuti UMKM yang berkonsentrasi pada merchandise Arema FC.
“Gagasan dari Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Yudhi Prasetiyo juga menarik untuk menghidupkan perekonomian di sektor UMKM yang berkonsentrasi di merchandise Arema FC yang akan difasilitasi dengan kegiatan bazar,” ujarnya.
Tak luput, Sudarmaji memohon kepada seluruh pihak khususnya Aremania untuk membantu dan menjaga acara ini agar terselenggara dengan baik.
Lanjut membaca ke halaman berikutnya