MCMNEWS.ID – Sejumlah partai politik sudah mulai menjajaki komunikasi politik menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) pada tahun 2024 mendatang. Bahkan beberapa partai dikabarkan sudah menjalin koalisi demi memenuhi ambang batas presidential threshold untuk bisa mengusung calon Presiden (Capres).
Pengamat politik dari Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo, menyebut, Pemilu 2024 diprediksi akan ada lebih dari dua pasangan calon Presiden.
Kendati demikian, lanjut Karyono, kemungkinan untuk ada empat pasangan calon Presiden di 2024 sangatlah kecil.
“Saya memprediksi paling banyak tiga pasangan calon. Tapi diantara kemungkinan itu, apakah hanya ada dua atau tiga, saya memprediksi hanya akan ada dua pasangan yang lebih dominan,” kata Karyono Wibowo saat dihubungi MCMNEWS.ID, ditulis Jumat, (1/7/2022).
“Kemungkinannya sangat kecil sekali ada empat pasangan calon atau empat poros koalisi,” tambah Karyono Wibowo.
Karyono menyebut, meski ada satu poros yang sudah mendeklarasikan koalisi, namun semua itu masih bisa berubah, hal itu lantaran saat ini semua partai politik masih dalam proses penjajakan koalisi.
Direktur Eksekutif IPI itupun mengatakan, meski PDI Perjuangan memenuhi persyaratan ambang batas presidential treshold untuk mencalonkan Presiden, namun menurutnya partai berlambang banteng itu akan tetap menjalin koalisi dengan partai lain.
“Menurut saya itu tidak akan dilakukan oleh PDIP. PDIP tetap akan membuka ruang untuk koalisi dengan partai lain karena sangat beresiko kalau PDIP maju sendiri. Itu berat apalagi figur capresnya misalnya tidak terlalu kuat elektabilitasnya maka itu bisa bunuh diri,” tuturnya.
Bahkan menurut Karyono, tidak menutup kemungkinan calon yang diusung dari PDI Perjuangan akan mengalah untuk menjadi calon Wakil Presiden.
“Mereka akan realistis pada akhirnya kalau tidak memenuhi syarat atau kriteria, (misalnya) elektabilitasnya tidak cukup untuk menjadi capres dia pasti akan realistis,” pungkasnya.