Periode Presidensi G20 Indonesia yang mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger” berlangsung selama satu tahun, mulai 1 Desember 2021 hingga 30 November 2022.
Sri Mulyani menilai bahwa Presidensi G20 adalah momentum Indonesia untuk berperan besar dalam memimpin pemulihan ekonomi global karena pandemi dan situasi geopolitik seperti perang di Ukraina.
“Peranan Bapak Presiden luar biasa di dalam, pertama, Indonesia di-respect karena situasi dunia yang sekarang fragmented dan kita selama ini dianggap sebagai negara yang non-blok.
“Dan oleh karena itu, entah itu bloknya Amerika-Eropa, Jepang dengan bloknya Rusia, bloknya RRT, blok negara-negara emerging yang lain, semuanya menghormati Indonesia,” kata Sri Mulyani.
Ia juga berharap bahwa Indonesia bisa menjadi penengah yang baik dengan Presidensi G20 agar semua negara bisa tumbuh baik dan dunia juga harus menjadi lebih damai.
“Para pendiri bangsa kita itu sudah menyampaikan bahwa Indonesia akan ikut aktif di dalam menjaga ketertiban dunia, itu berdasarkan perdamaian abadi,” pungkasnya.