MCMNEWS.ID – Aksi demo ribuan mahasiswa se-Kota Bogor mulai memanas saat mereka kekeuh melanjutkan long march menuju Istana Bogor.
Aksi demo bertema Gerakan Bogor Menggugat Istana itu dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kota Bogor diwarnai aksi dorong-dorong-dorongan dengan aparat.
Namun, situasi tersebut tak berlangsung lama. Aparat Kepolisian langsung melakukan barikade kawat berduri.
“Satu komando-satu komando, jangan terprovokasi,” teriak salah satu koordinator Mahasisa diatas mobil komando, Jumat (8/4/2022).
Aksi unjuk rasa yang diikuti oleh ribuan mahasiswa se-Bogor Raya itu terdiri dari 22 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari sejumlah universitas yang ada di Bogor.
Presiden Mahasiswa Universitas Ibn Khaldun Bogor Ardian Fatkhurohman mengatakan, aksi unjuk rasa tersebut merupakan bentuk ketidak puasan akan kinerja pemerintah selama ini.
Tak hanya itu, aksi tersebut juga sebagai bentuk kekecewaan mahasiswa dan masyarakat atas sejumlah permasalahan yang terjadi saat ini.
Dengan permasalahan tersebut, Gerakan Bogor Menggugat Istana bersama simpul-simpul perjuangan rakyat yang juga di dalamnya menghimpun elemen masyarakat dan mahasiswa Se-Bogor Raya, menyatakan dan menuntut enam poin.
“Pertama, Gerakan Bogor Menggugat Istana menolak keras wacana perpanjangan masa jabatan presiden, penundaan pemilu dan wacana tiga periode,” jelasnya.
Kedua, menuntut Presiden Jokowi untuk mengeluarkan pernyataan resmi terkait penolakannya terhadap wacana perpanjangan masa jabatan presiden, penundaan pemilu dan wacana tiga periode.
Ketiga, menuntut dan mendesak segera Presiden Jokowi untuk mencopot Menteri Perdagangan dan segera mengambil langkah preventif untuk memastikan ketersediaan bahan pokok murah bagi masyarakat Indonesia.
Keempat, mendesak Presiden Jokowi untuk menunda dan mengkaji ulang UU-IKN dengan mempertimbangkan dampak kerusakan ekologis dan kemungkinan konflik agraria lainnya.
Kelima, menuntut dan mendesak pemerintah pusat untuk menurunkan harga BBM non-subsidi dan memastikan ketersediaan BBM bersubsidi bagi masyarakat Indonesia.
Keenam, mendesak pemerintah pusat untuk membatalkan kenaikan PPN dikarenakan kenaikan PPN akan menyebabkan kenaikan harga bahan pokok kebutuhan masyarakat.
“Dengan enam tuntutan tersebut, kami memberikan waktu kepada Presiden Jokowi untuk mengeluarkan penyataan resmi dalam kurun waktu 3×24 jam. Jika dalam kurun waktu yang ditetapkan tidak ada tanggapan, maka kami siap kembali menggeruduk Istana Bogor dengan jumlah pasukan yang berlipat ganda,” tutupnya.
Aksi yang digelar tak sampai satu kilometer dari Istana. Demo mulai sekitar pukul 14.00 hingga berakhir pukul 18.00 WIB.
Massa aksi yang terdiri dari gabungan mahasiswa se- Bogor Raya ini membubarkan diri tepat sebelum adzan magrib berkumandang.
Sebelum membubarkan diri, massa aksi sempat tertahan beberapa jam di Pintu 3 Istana Bogor.
Meski sempat ditahan aparat gabungan TNI-Polri para orator terus bergantian menyampaikan orasinya.
Sampai puncaknya, tuntutan dari para aliansi mahasiswa ini diterima perwakilan dari Istana Bogor.