MCMNEWS.ID – DPR RI melalui Badan Anggaran (Banggar) telah menyetujui usulan tambahan pagu anggaran Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia (Kemenko Marves RI) tahun 2023 sebesar Rp146 miliar.
Setelah disetujuinya, total pagu anggaran Kemenko Marves pada tahun 2023 menjadi sebesar Rp429 miliar.
Wakil Ketua Banggar DPR, Muhidin Mohamad Said, mengatakan, penambahan pagu anggaran tersebut dinilai wajar lantaran beban kerja Kemenko Marves yang dinilai sangat berat.
“Pada saat yang lalu juga ketiga Menko kita sudah kita sepakati anggarannya. Saya kira apa salahnya ini karena memang beban kerja yang sangat luar biasa sekali. Oleh karena itu, yang lalu sudah kita sepakati. Saya cuma minta persetujuan, apakah yang ini bisa kita sepakati?” kata Muhidin Mohamad Said, dalam rapat kerja bersama Kemenko Marves dikutip dari Parlementaria, Kamis, (9/6/2022).
Dalam Rapat Kerja itupun, Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan mengenai Visi Indonesia 2045 untuk menjadi negara maju dan pusat peradaban maritim dunia.
Baca juga: Memberatkan Masyarakat, Anak Buah AHY Minta Pemerintah Intervensi Harga Tiket yang Melonjak
Untuk mencapai visi itu, menurutnya Indonesia harus menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah, di antaranya adalah mengendalikan pandemi Covid-19 dan memulihkan ekonomi nasional, mentransformasi ekonomi Indonesia menjadi berbasis industri dengan tidak mengandalkan komoditas, memperbaiki efisiensi melalui digitalisasi dan menghadapi tantangan perubahan iklim sebagai transisi energi.
“Saya kira tadi itu yang disampaikan memang kalau kita lihat dari sisi kinerja beliau, ini sangat luar biasa. Sehingga, hampir semua sektor-sektor itu bisa ditangani dengan bagus. Terutama menyangkut masalah investasi, kemudian dan lain-lain. Saya kira meningkatkan bagaimana performance kita bisa berkembang dan tumbuh seperti apa yang ada sekarang,” tutur Muhidin.
Muhidi menjelaskan, untuk tahun 2023 sendiri, Kemenko Marves RI akan melakukan peningkatan produktivitas untuk transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan prioritas nasional diantaranya, memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan berkualitas dan berkeadilan, mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan, meningkatkan sumber daya manusia, revolusi mental dan pembangunan kebudayaan, memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar, membangun lingkungan hidup guna menghadapi bencana dan perubahan iklim, memperkuat Polhukam dan transformasi pelayanan publik.
“Jadi saya kira beliau-beliau tadi meminta tambahan anggaran yang kalau kita melihat dari sisi anggaran, relatif kecil sekali. Dengan beban kegiatan beban kerja yang sangat luar biasa besarnya. Sehingga tadi teman-teman sudah menyetujui apa yang dikehendaki oleh beliau untuk menambah anggaran untuk mendukung kinerjanya,” ujarnya.
Baca Juga: 3 Periode Pimpin Kota Tangsel, Benyamin Heran RTH di Wilayahnya Baru 4,18 Persen: Dikit Banget
“Apalagi menghadapi G20 dengan bidang kerja beliau yang sangat luar biasa, bagaimana meningkatkan investasi di Indonesia ini. Jadi, yang diminta itu relatif kecil dan kita setujui dan hampir semua Kemenko yang meminta tambahan anggaran itu sangat realistis sekali sesuai dengan kinerja programnya yang akan dilaksanakan,” pungkasnya.