MCMNEWS.ID | Altet lari Indonesia, Alvin Tehupeiory. Dok: instagram @alvintehupeiory
MCMNEWS.ID – Sprinter putri Indonesia Alvin Tehupeiory memetik pengalaman berharga sekaligus termotivasi untuk bisa meraih hasil lebih baik usai debut di nomor 100 meter putri Olimpiade Tokyo.
Bertanding di Stadion Olympic, Tokyo, Jepang, Jumat (30/7) WIB, Alvin yang turun di nomor 100 meter babak 1 Heat 2 hanya mampu menempati peringkat delapan dengan catatan waktu 11.92 detik.
Pada pertandingan ini Alvin hanya terpaut satu detik lebih dari peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 Elaine Thompson-Herah. Pelari Jamaika itu mencatat waktu tercepat dengan torehan 10.82 detik.
Sprinter asal Maluku itu mengatakan banyak pelajaran yang bisa didapat dalam persaingannya dengan atlet kelas dunia seperti Elaine Thompson-Herah dari Jamaika yang finis di posisi terdepan heat 2 babak pertama.
Kemudian, ada pula wakil Swiss Mujinga Kambunjdi yang finis di urutan dengan waktu 10,95 detik dan sprinter asal Jerman Tatjana Pinto di posisi ketiga dengan 11,16 detik. Alvin sendiri harus puas berada di posisi terakhir atau kedelapan dengan catatan waktu 11,92 detik.
“Yang pasti senang sekali bisa bertemu langsung dengan Elaine Thompson. Dan, jadi pengalaman berharga buat saya agar ke depan saya bisa tampil lebih baik,” kata Alvin dalam siaran resmi NOC Indonesia, Jumat.
“Saya bisa melihat cara dia pemanasan, caranya keluar dari starting block, dan bagaimana dia menenangkan diri. Dia juga ramah dan membalas saat saya menyapa,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Alvin juga meminta maaf kepada masyarakat Indonesia karena belum bisa memberikan hasil terbaik.
“Kepada masyarakat Indonesia yang selama ini telah mendoakan dan mendukung saya, saya minta maaf karena saya belum bisa memberikan yang terbaik. Semoga ke depannya, saya bisa tampil lebih baik lagi,” ujar Alvin.
Alvin sendiri mengaku sebenarnya bisa mengimbangi lawan-lawannya di 30 meter pertama. Namun setelah itu, dirinya mulai tertinggal dan kemudian finis di posisi terakhir.
Menurutnya hal ini terjadi karena ia kurang persiapan mengikuti kompetisi di tengah pandemi yang mana itu berpengaruh kepada performanya di trek lari.
“Saya masih belum fokus. Masih memikirkan yang lain. Selain itu, selama pandemi tidak ada perlombaan sehingga agak kaget karena tidak ada pengalaman berlomba,” katanya lagi.
Sebelumnya, atlet kelahiran Ambon ini tidak pernah membayangkan bisa tampil di Olimpiade, apalagi di nomor sprint. Sebab, selama ini nomor spesialisasinya adalah 400 meter gawang.
Tapi, kemenangan di nomor 100 meter dalam Kejuaraan Atletik Nasional 2019 saat mencatatkan waktu terbaik 11,64 detik, mengubah kariernya. Dia pun mulai fokus di nomor sprint 100 meter dan 200 meter.
“Saya tidak terbayang bisa tampil di Olimpiade. Banyak atlet yang ingin tampil di Olimpiade. Awalnya saya hanya ingin mengharumkan nama Indonesia saja, tapi tidak terpikir bisa sampai Olimpiade,” katanya.
“Saya bersyukur bisa tampil perdana di Olimpiade dan berkompetisi melawan pelari-pelari top dunia,” tutup perempuan yang berkarier di TNI Angkatan Darat ini.
Laporan: Irfan Kurniawan