MCMNEWS.ID – Warga Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang melakukan isolasi mandiri (isoman) disebut lebih cepat sembuh dari paparan Covid-19.
Hal tersebut lantaran sikap gotong royong yang dilakukan oleh masyarakat dan pengawasan yang dilakukan oleh RT dan RW telah kental dirasakan oleh warga.
“Kalau Isoman hampir rata-rata sembuh, ada temen saya yang meninggal bukan karena Covid-19, tapi karena sakit. Isoman di rumah itu efektif. Untuk makan dijadwal sama RT/RW-nya. Tapi kalau ada warga dengan penyakit bawaan, kita langsung bawa ke rumah sakit,” kata Camat Pondok Aren, Makum Sagita, Senin, (26/7/2021).
Makum menuturkan, saat ini di wilayah Pondok Aren sendiri, sedikitnya 157 warga yang diketahui terpapar Covid-19. Angka tersebut, sebagian melakukan perawatan di Rumah Lawan Covid (RLC), sebagian Isoman di rumah masing-masing.
“Kalau menurut hitungan data, ada 157 warga. Itu sudah terbagi, sudah ada yang dibawa ke RLC, dan juga ada yang Isoman. Nah yang Isoman itu dari 11 kelurahan, dalam satu kelurahan, rata-rata dua sampai tiga orang,” terangnya.
“Itu (warga Isoman, red) sudah dijamin oleh Ketua RT dan RW, lingkungan setempat. Ada juga donasi, dibantu warga. karena RT/RW juga satuan tugas kita,” lanjutnya.
Sementara itu, Lurah Pondok Jagung Timur, Jayadih, menyebut, bahwa dari rata-rata 30 warga yang melakukan Isoman, terhitung satu orang meninggal.
Itupun, lanjut Jayadih, karena penyakit bawaan. Namun, kegotongroyongan masyarakat di wilayahnya sangat terasa, guna meningkatkan imun, dan dorongan kebersamaan antar warga.
“Kalau rata-rata disini yang isoman sembuh. Cuma ada di salah satu RT, 30 yang Isoman Covid, yang meninggal satu, itupun karena penyakit bawaan. Kita sudah terapkan gotong-royong, dan memberikan arahan untuk warga. Alhamdulillah, sistem gotong-royong di warga ini, sangatlah membantu. Paling kita bantu ke warga disinfektan. Paling kita hanya ngasih support,” ujar Jayadih.
Jayadih berharap, warga yang terpapar Covid-19 agar melaporkan kondisinya. Hal itu (melapor), pihak Kelurahan Pondok Jagung Timur, bersama-sama warga yang ada di sekitar dapat memberikan motivasi dan bantuan semangat, yang diyakini meningkatkan imun.
“Sebagian lapor sebagian ada yang tidak. Tindak lanjutnya kecil sekali. Kesembuhannya juga kadang-kadang dilaporkan juga. Sekarang sih yang lebih tahu, ya RT/RW-nya. Kalau dari kelurahan, kita mencari bantuan dari pihak lain. Nah kalau RW-nya di wilayah sini, kreatif membantu warganya yang terpapar Covid-19 isoman dirumah,” tutur Jayadih.
“Saya harapkan bantuan yang nyata. Jadi misalnya gini ya, kita nih ada aturan sekarang level 4, jangan hanya aturan saja, tapi bantuannya dan solusinya. Itu kan buat pencegahan yah. Makanya saya bilang ke Pak RT-Pak RT, sekarang giliran siapa untuk memberi makan warga yang Isoman. Saya sudah melakukan seperti itu ke warga, karena warga perlu makan setiap hari,” pungkasnya.