MCMNEWS.ID | Badan Keamanan Nasional (NSA) Jenderal Timothy Haugh. Foto: Anadolu
MCMNEWS.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah memberhentikan Jenderal Timothy Haugh sebagai kepala Badan Keamanan Nasional (NSA) dan Komando Siber AS.
Dilansir dari BBC News pada Jumat (4/4/2025), alasan pasti di balik pemberhentian Jenderal Haugh belum diketahui secara jelas.
Timothy Haugh, yang juga kepala Komando Siber AS, dipecat bersama dengan wakilnya di NSA, Wendy Noble.
Noble dimutasi ke jabatan di kantor Wakil Menteri Pertahanan untuk Intelijen Pentagon. NSA adalah bagian dari Departemen Pertahanan AS.
Informasi pemecatan ini diungkap oleh anggota komite intelijen Senat dan DPR serta dua mantan pejabat yang mengetahui masalah tersebut.
Namun, peristiwa ini terjadi tak lama setelah pertemuan antara Presiden Donald Trump dan aktivis sayap kanan Laura Loomer pada Rabu lalu.
Dilaporkan bahwa Loomer mendesak Trump untuk memecat sejumlah karyawan yang dicurigai tidak sepenuhnya mendukung agendanya.
Laura Loomer lalu mengunggah sebuah pernyataan di platform X yang mengeklaim bahwa Jenderal Haugh dan wakilnya, Wendy Noble, yang menurut laporan media AS juga telah diberhentikan.
“Tidak setia kepada Presiden Trump. Itulah sebabnya mereka dipecat,” ungkapnya.
Pemecatan ini jadi sinyal perombakan besar komunitas intelijen AS yang memang tengah melakukan perombakan besar dalam dua bulan pertama pemerintahan Trump.
Tokoh Partai Demokrat di komite intelijen Senat dan DPR, Senator Mark Warner dan Rep. Jim Himes, mengecam pemecatan Haugh dalam pernyataan pada Kamis malam.
NSA adalah salah satu badan mata-mata pemerintah AS yang paling kuat dan penting.
Banyak operasi intelijen penting di seluruh dunia yang dilakukan oleh badan itu, termasuk pemecahan kode atau sandi. Badan ini juga akan memberikan laporan intelijen kepada presiden dan wakil presiden.
Komando Siber didirikan lebih dari satu dekade lalu untuk memerangi ancaman asing di dunia maya dan telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Komando Siber berperan penting dalam menjaga pemilu AS dari pengaruh campur tangan asing, termasuk dengan melumpuhkan peternakan bot Rusia dalam pemilu 2018, dan mempertahankan diri dari peretas Iran dalam pemilu 2020.