MCMNEWS.ID – Pemerintah India dilaporkan akan mengganti nama negara itu.
Nama Bharat akan dipilih sebagai penggantinya.
Pelan tapi pasti, kelompok nasionalis Hindu di India mulai mencoba mengubah negara tersebut menjadi negara yang berkiblat pada agama Hindu.
Baru-baru ini, India telah dihebohkan dengan rencana kelompok nasionalis yang ingin menghapus nama negara mereka, yaitu India menjadi Bharat.
Resolusi pergantian nama resmi India ini kemungkinan akan diajukan Pemerintahan Perdana Menteri (PM) Narendra Modi dalam sidang khusus parlemen yang diadakan dua pekan mendatang.
India berniat mengganti nama bertujuan untuk menghilangkan simbol-simbol pemerintahan Inggris yang tersisa dari lanskap perkotaan, institusi politik dan buku sejarah.
Pejabat Partai Bharatiya Janata (BJP) pimpinan Narendra Modi, diklaim mendukung perubahan nomenklatur atau tata nama negaranya. Mereka berpendapat, nama India diperkenalkan oleh kolonial Inggris.
Seperti dilansir The Economic Times, Kamis (7/9/2023), rencana pergantian nama resmi India diketahui usai undangan jamuan makan malam kenegaraan KTT G20 yang dikirimkan Presiden India Droupadi Murmu pekan ini mengatakan jabatannya sebagai ‘Presiden Bharat’, bukan ‘Presiden India’.
Pemimpin Kongres India, Jairam Ramesh, dalam pernyataannya membenarkan pergantian nama resmi India itu.
Ternyata nama Bharat bukanlah nama baru. Hal itu karena Konstitusi India sudah sejak lama menyebutkan dua nama, yaitu ‘India’ dan ‘Bharat’.
Menurut The Economic Times, pasal 1 Konstitusi India secara jelas berbunyi: “India, yaitu Bharat, akan menjadi Persatuan Negara-negara.”
Draft pasal 1 Konstitusi India itu diadopsi sejak 18 September lalu, dan menjadi pernyataan paling penting yang menetapkan nama resmi negara India.
Rencana pergantian nama resmi India menjadi Bharat ini memperoleh dukungan dari Partai Bharata Janata (BJP) yang saat ini berkuasa dan menaungi PM Modi.
Dalam sidang Majelis Tinggi Parlemen baru-baru ini, anggota parlemen Rajya Sabha, majelis tinggi parlemen India, Nares Bansal dari BJP sudah mengajukan usulan pergantian nama resmi India itu.
Bahkan, dia mengatakan nama ‘India’ merupakan simbol ‘perbudakan kolonial’ dan ‘harus dihapus dari Konstitusi’.