MCMNEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar bazar murah untuk penanggulangan inflasi.
Walikota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, Bazar Murah adalah subsidi bagi barang kebutuhan pokok masyarakat yang diikuti oleh produsen dan petani yang telah dihimpun oleh Pemkot Tangsel.
“Sesuai dengan perintah Presiden RI, harga produk yang ada di bazar ini adalah harga di bawah pasaran, karena langsung dari grosir dan pemkot juga telah memberikan insentif transport untuk para pedagang,” kata Benyamin Davnie.
Sementara itu, Kepala Disperindag Kota Tangsel, Heru Agus Santoso menerangkan, selain Bazar Murah, pihaknya akan melakukan beberapa kegiatan dalam rangka mengendalikan inflasi di Kota Tangsel.
Kegiatan yang dilakukan diantaranya yaitu operasi pasar terpadu, operasi pasar khusus dan pengawasan.

Dijelaskan Heru, bazar murah dilaksanakan oleh Pemkot Tangsel melalui gabungan beberapa dinas seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangam dan Dinas UMKM.
“Dari Disperindag ada beberapa yang kami lakukan, yang pertama itu bazar murah, operasi pasar terpadu, kemudian kita mslakikan kegiatan operasi pasar reguler di titik-titik kecamatan yang ada di keluarahan,” jelasnya.
“Kemudian kita lakukan operasi pasar khusus yang masih kita koordinasikan dengan beberapa pihak termasuk Bulog terkait beberapa bahan yang harus diperbaiki reduksi transformasinya,” tambahnya.
Sementara itu untuk pengawasan, dikatakan Heru, sebagai bentuk antisipasi terhadap para pedagang yang melakukan penimbunan barang.
Senada, Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga pada Disperindag Kota Tangsel, Gozali, mengungkapkan, selain Bazar Murah, pihaknya juga melaksanakan kegiatan lain seperti operasi pasar reguler.
“Ada empat kegiatan yang dilaksanakan oleh Disprindag untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga BBM, salah satunya operasi pasar reguler dan bazar murah komoditi,” kata Gozali.

Gozali menjelaskan, khusus untuk operasi pasar reguler nantinya akan dilaksanakan di tengah-tengah pemukiman masyarakat. Hal itu dilakukan agar kegiatan yang dilakukan pemerintah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Kalau bazar reguler nanti kita akan masuk ke tengah-tengah masyarakat, nanti lokasinya akan dipilih oleh pihak Kelurahan dan Kecamatan, yang mana diantara mereka yang perlu diintervensi oleh kebutuhan pokok,” terangnya.
“Dimana masyarakat yang membutuhkan maka akan kita intervensi dalam bentuk kegiatan operasi pasar. Kita undang tenant-tenant, baik dari bulog dan berbagai macam toko ritel,” tambahnya.
Dikatakan Gozali, dalam operasi bazar reguler, harga kebutuhan pokok yang dijual akan lebih murah dari harga normal.
“Ada minyak goreng, ada beras, gula pasir, yang intinya sembako, kebutuhan dasar masyarakat. Semua yang dijual dibawah harga normal karena kita memberikan subsidi,” pungkasnya.
Sekedar informasi, operasi bazar murah terbagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama diselenggarakan pada tanggal 9 November 2022 hingga 14 November 2022. Sedangkan gelombang dua akan diselenggarakan pada 6 Desember 2022 hingga 8 Desember 2022. ADV