MCMNEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) dikabarkan lebih memilih bekerjasama dengan SMP swasta dari pada membangun SMP Negeri.
Demikian dikatakan Wakil Walikota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, ketika ditemui MCMNEWS.ID seusai acara diskusi tentang Tantangan Tangsel Dalam Mewujudkan Visi dan Misi di Bidang Pendidikan, di bilangan Ciater, Kota Tangsel, Senin, (18/7/2022).
Menurutnya, langkah tersebut diambil lantaran banyaknya sekolah swasta yang mengeluh karena kurangnya siswa yang mendaftar.
“Karena SMP swasta ini banyak yang mengeluh juga, mereka bilang ‘SMP swasta di Tangsel banyak tapi kekurangan siswa, kalau dibangun terus SMP Negeri lalu kita bisa bangkrut’,” tutur Pilar seraya menyampaikan keluhan SMP Swasta di Tangsel.
“Pada saat itu kami berfikir diawal RPJMD kami ya kita kerjasamakan saja, kita punya anggaran ya kita kerjasamakan, jadi sekolah swasta bisa hidup, anak sekolah juga yang gak masuk dalam zonasi mereka bisa tertampung di sekolah swasta,” tambah Pilar.
Pilar pun tak menampik, bahwa Kota Tangsel dibawah kepimpinan dirinya bersama Benyamin Davnie memang memiliki visi misi yang fokus terhadap dunia pendidikan.
Kendati demikian, lanjut Pilar, bekerjasama dengan sekolah swasta bukanlah satu-satunya kebijakan yang akan diambil.
“Memang itu program kami masuk Tangsel salah satunya efektif dan efisien, sekarang melihat jumlah SMP Negeri dengan jumlah anak-anak sekolah yang semakin tahun semakin bertambah,” jelasnyam
“Nah kekurangan itu harus disikapi salah satunya pembangunan SMP baru, yang kedua SD yang siswanya kurang kita satukan dsngan SD lainnya, SD ini kita tingkatnya jadi SMP, yang ketiga adalah bagaimana kita kerjasama dengan SMP swasta,” tambahnya.
Diketahui saat ini ketimpangan jumlah SD negeri dengan SMP negeri di Kota Tangsel terbilang cukup banyak. SD Negeri di Kota Tangsel sendiri saat ini sejumlah 160 sekolah, sedangkan SMP Negeri baru ada 24 sekolah.
Akibatnya, hal itu membuat kesempatan siswa lulusan SD negeri di Kota Tangsel sangat minim untuk masuk SMP Negeri.