MCMNEWS.ID – Holywings belakangan ini mendadak menjadi kecaman publik usai melakukan promo minuman keras (miras) gratis untuk orang yang bernama Muhammad dan Maria.
Buntut polemik tersebut, 12 cabang Holywings di Jakarta dicabut izin usahanya oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Selain itu penutupan Holywings juga berpengaruh pada penutupan Holywings di daerah lainnya.
Ada tiga daerah lainnya Surabaya, Bandung, dan Tangerang yang akhirnya menutup gerai Holywings sesuai instruksi dari pemerintah setempat.
Tiga outlet Holywings yang ditutup terletak di Lippo Karawaci, Gading Serpong, dan di Bumi Serpong Damai (BSD), Kabupaten Tangerang, Banten.
Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, menegaskan, pencabutan izin usaha tersebut bersifat permanen.
“Penutupan ini sistemnya permanen, artinya selamanya tidak akan dicabut. Kalau nekat buka lagi ya ada pidananya,” ujar Bupati Zaki, Rabu (29/6/2022) kemarin.
Menanggapi hal itu, Pengurus Organisasi Kader Kepemudaan Suara Kreasi Anak Bangsa (SKAB), Bagas Ario Bimo, menyebut, tindakan yang dilakukan oleh Holywings telah menciderai agama dan Pancasila.
“Tindakan Holywings telah menciderai agama dan Pancasila, serta membuat keresahan di tengah masyarakat,” tegas Bagas Ario Bimo, kepada MCMNEWS.ID, Kamis, (30/6/2022).
Selain itu Bagas juga mengapresiasi langkah tegas Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, yang telah secara resmi mencabut izin usaha seluruh outlet Holywings secara permanen di wilayah kabupaten Tangerang.
Menurutnya, langkah tersebut cermin dari pemerintahan yang tunduk dan patuh kepada aturan hukum yang ada.
“Langkah penutupan Holywings merupakan wujud pemerintahan dan kepemimpinan yang patuh kepada hukum. Mendahulukan integritas daripada profit,” tambahnya.
Oleh karena itu, Bagas sapaan akrabnya juga mendukung upaya kepolisian yang tengah menangani kasus ini. Dia ingin kasus ini diungkap sejelas-jelasnya.
“Saya meminta Polri untuk terus mengembangkan dalam proses penyidikannya untuk mengetahui motif perbuatannya,” jelasnya.
Holywings sendiri telah meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas promosi ‘Muhammad dan Maria’. Permintaan maaf itu diunggah melalui akun instagram resmi Holywings.
Holywings pun membantah bahwa promo tersebut sengaja dikaitkan dengan unsur agama.
“Terkait dengan viralnya unggahan kami (Holywings Indonesia) menyangkut promosi dengan menggunakan nama ‘Muhammad dan Maria’, Kami telah menindaklanjuti pihak tim promosi yang membuat promosi tersebut tanpa sepengetahuan management Holywings Indonesia dengan sanksi yang sangat berat,” tulisnya
“Tidak sampai maksud hati kami untuk mengaitkan unsur agama kedalam bagian promosi, oleh karena itu kami meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat indonesia. Terimalah permohonan maaf kami dan izinkanlah kami memperbaiki hal ini serta jadi lebih baik lagi kedepannya,” tandasnya.