MCMNEWS.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tidak terima dengan pernyataan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menyebut bahwa Ciputat wilayah terpanas di Indonesia beberapa hari yang lalu.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan pada DLH Tangsel, Carsono, juga mempertanyakan parameter yang digunakan oleh BMKG sehingga menentukan Ciputat sebagai wilayah terpanas.
“Ini juga sedang saya klarifikasi ke BMKG kok bisa ada pernyataan seperti itu, dasarnya dari apa? Apakah dia ada alat ukur untuk itu atau bagaimana?,” tanya Carsono, ketika dikonfirmasi, ditulis Rabu, (18/5/2022).
“Saya terus terang agak khawatir dengan dasar pernyataan itu, saya juga sudah perintahkan staf saya untuk cek pernyataan itu, karena perlu juga untuk diklarifikasi,” lanjutnya.
Meski meragukan dasar pernyataan BMKG yang menetapkan wilayah Ciputat sebagai lokasi terpanas di Indonesia. DLH Tangsel sendiri dikatakan Carsono, tidak memiliki data pembanding untuk mengklarifikasi pernyataan BMKG.
Menurutnya meningkatnya suhu disejumlah Indonesia disebabkan karena adanya faktor perubahan iklim yang terjadi belakangan ini.
“Kalau menurut saya bukan hanya semata-mata itu saja, bahwa belakangan ini sebenarnya kalau kita melihat pemberitaan cuaca, sedang terjadi perubahan iklim termasuk juga peralihan kecepatan angin,” tuturnya.
Diketahui sebelumnya BMKG menyatakan bahwa Ciputat dikonfirmasi menjadi Kecamatan dengan suhu udara terpanas di Indonesia pada periode 1 hingga 11 Mei 2022.
Melalui data Suhu Maksimum Harian di Indonesia yang dipantau lewat Balai BMKG, Ciputat menjadi kecamatan terpanas dengan suhu yang berkisar antara 33.8 hingga 36.0 derajat celcius.