MCMNEWS.ID – Jersey merupakan salah satu aspek penting dalam olahraga paling populer di dunia, yaitu sepakbola. Apalagi, jersey pemain sehabis bertanding atau match worn seringkali menjadi rebutan para penggemar sepakbola.
Selain itu kita juga sering menyaksikan pesepakbola bertukar kostum usai pertandingan. Namun, mengapa jarang kita menemui hal itu di Indonesia? Mengapa pemain terkesan pelit memberikan match worn miliknya?
Sistem pemberian kostum oleh kesebelasan maupun penyedia kostum (apparel) berbeda di tiap negara, bahkan pada tiap kesebelasan itu sendiri.
Barangkali kita menganggap cuma di Indonesia yang sepanjang musim pemain hanya diberi dua pasang kostum kandang, dan dua pasang kostum tandang. Faktanya, tidak sedikit pula kesebelasan di Eropa yang membatasi pemberian kostum untuk pemain.
Tiap apparel mempunyai kebijakan masing-masing atas ketersediaan jersey untuk para pemain. Tiap kesebelasan dan negara mempunyai kebijakan pemberian jersey kepada para pemain yang berbeda.
Lalu, bagaimana nasib jersey para pemain usai pertandingan?
Seusai pertandingan, jersey para pemain menjadi tanggung jawab kit man alias petugas yang memiliki tugas atas jersey para pemain. Biasanya, para kit man akan mengumpulkan jersey-jersey kotor tersebut untuk, lalu dibawa ke jasa laundry.
Jadi, para pemain dapat memakai ulang jersey tersebut. Hanya saja, kit man bertugas untuk memastikan kebersihan jersey bernilai tinggi tersebut. Jika ada jersey yang hilang, kit man akan membuat catatan dan menggantinya dengan yang baru.
Sementara itu, para pemain juga dipersilahkan untuk membeli sendiri jika jersey mereka habis atau hilang. Tentu saja, hal tersebut tidak sulit bagi para pemain yang memiliki gaji tinggi per pekannya.
Di sisi lain, biasanya kit man akan menyediakan dua jersey saat pertandingan berlangsung. Akan tetapi, jarang sekali pemain mau mengganti jerseynya saat turun minum sehingga jersey match worn yang penuh keringat seringkali sangat berarti.
Usai pertandingan, ada beberapa momen saat para pemain saling bertukar jersey. Tukar menukar tersebut harus mempunyai izin khusus dari pihak tim, termasuk dalam pertandingan besar seperti Liga Champions.
Hal ini termasuk jika para pemain memberikan jerseynya kepada para penggemar. Biasanya, mereka harus merundingkannya terlebih dahulu dengan kit man dan pihak tim, tidak terkecuali jika sang pemain langsung melemparkannya kepada penonton yang hadir.
Dengan begitu, nasib jersey para pemain usai pertandingan sebenarnya tidak jauh berbeda di tiap kesebelasan. Mereka boleh menukarnya, melemparkannya kepada penonton atau tetap menjaganya dengan baik. Hanya saja, kebijakan dari tim dan kit man menjadi pembeda terhadap nasib jersey usai pertandingan.
Menurut beberapa sumber, jersey yang bermandikan keringat tidak baik untuk atlet termasuk pesepakbola itu sendiri. Itulah mengapa setiap pergantian babak tak jarang pemain berganti kaos.
Maka, setiap pertandingan biasanya seorang kit man membawa 2 atau 3 kaos dari tiap pemain, satu lagi untuk pergantian babak, dan satunya lagi dipakai untuk cadangan apabila robek di tengah pertandingan akibat terkena tarikan yang keras.
Bahkan ada yang mengatakan bahwa pakaian yang digunakan untuk olahraga tingkat tinggi sebaiknya digunakan hanya untuk sekali.