Sabtu, 26 Sep 2020 | WIB

“Ga Sengaja” Video Roasting Kocak Bintang Emon Pertanyakan Kasus Novel Baswedan

Bang Noy
Penulis: Bang Noy
Diterbitkan: 13 Juni 2020, 12:27 WIB
MCMNEWS.ID | Dua pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.(Dok: Istimewa)

MCMNEWS.ID –    Penyiraman air keras ke Novel Baswedan yang dinilai tak sengaja menuai atensi publik. Salah satu yang menanggapi kasus ini adalah seorang komika Bintang Emon.

Video Bintang Emon yang me-roasting penyiram air keras Novel Baswedan pun viral di media sosial.

Bintang Emon menilai penyiraman air keras ke Novel Baswedan mustahil dilakukan dengan tak sengaja.

“Katanya enggak sengaja tapi kok bisa sih kena muka? Pan kita tinggal di bumi. Gravitasi pasti ke bawah. Nyiram badan enggak mungkin meleset ke muka, kecuali pak Novel Baswedan emang hand stand,” kata Emon.

“Sekarang tinggal kita cek, yang kagak normal cara jalannya Novel Baswedan atau hukuman buat kasusnya?” imbuh komika berusia 24 tahun itu.

Bintang Emon juga meledek niat kedua terdakwa yang mengaku cuma mau memberikan pelajaran kepada Novel Baswedan dengan menyiramnya dengan air keras. Bintang Emon lagi-lagi menganggap hal itu tidak masuk akal karena air keras disebutnya identik dengan kekerasan.

“Katanya cuma mau ngasih pelajaran. Bos lo kalau mau ngasih pelajaran, Pak Novel Baswedan lagi jalan lo pepet, lo bisikin. ‘Tahu enggak kita punya grup yang nggak ada lo’, pergi. Nah pasti insecure tuh, salah gue apa ya? Instrospeksi Pak Novel. Pelajaran jatohnya. Nah air keras dari namanya juga keras, kekerasan. Enggak mungkin keairan,” tuturnya.

Bintang Emon juga membuat pernyataan kocak terkait waktu penyiraman Novel Baswedan dengan air keras yang dilakukan pada waktusubuh. Menurut pemilik nama lahir Gusti Muhammad Abdurrahman Bintang Mahaputra, penyiraman pada waktu subuh memang sangat diniatkan. Karena jika tidak diniatkan, pada waktu ini godaannya sangat berat. Dia pun menggambarkannya dengan godaan setan yang sangat kuat pada waktu subuh. Sehingga banyak orang tidak melaksanakan ibadah salat subuh.

“Banyak yang kagak bangun subuh tuh. Gua, teman teman gua, banyak yang kelewat. Tapi ini ada yang bangun subuh bukan untuk salat subuh. Buat nyiram air keras ke orang yang baru salat subuh. Siapa yang diuntungin? Setan. Jadi ada pembenaran. ‘Tuh kan benar kata gua mending tidur aja’. Sekalinya melek nyelakain orang kan lo. Merasa benar setan gara-gara lo. Respek setan ama lo tuh. Mantaplah,” tandasnya.

Dia juga mempertanyakan hukuman bagi pelaku penyiraman, apakah normal apa tidak.

Seperti diketahui, dua terdakwa penyiram air keras Novel Baswedan dituntut Jaksa dengan hukuman 1 tahun penjara karena dianggap secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana penganiayaan berat. Tuntutan itu dibacakan pada Kamis (11/6) di PN Jakarta Utara.

Sebelum membacakan tuntutannya, Jaksa lebih dulu membacakan pertimbangan meringankan sekaligus memberatkan untuk kedua terdakwa. Hal yang memberatkan, Ronny dinilai telah mencederai institusi Polri. Sedangkan yang meringankan, keduanya berlaku sopan selama persidangan, belum pernah dihukum, mengakui perbuatannya dan mengabdi di institusi polri selama 10 tahun.

back-to-top