Senin, 21 Sep 2020 | WIB

Warga Kesal Dan Was-was, Turap Longsor Belum Juga Diperbaiki

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 07 Januari 2020, 18:40 WIB
MCMNEWS.ID | Kondisi Turap dengan tinggi 12 meter di Perumahan Villa Dago Tol, Blok C RT 3 RW 11, Ciater, Serpong, Tangerang Selatan, Pasca Rabu (1/1/2020) longsor.

TANGSEL, MCMNEWS.ID – Warga Perumahan Vila Dago Tol, Blok C RT 3 RW 11, Kelurahan Ciater, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), kesal lantaran sudah enam hari longsor di wilayahnya belum juga diperbaiki.

Kondisi longsoran turap tebing di Perumahan Vila Dago Tol, Ciater, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), masih terlihat menutupi sebagian jalan di Blok C perumahan itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, turap setinggi sekira 12 meter longsor saat hujan deras pada Rabu (1/1/2020) lalu.

Terlihat dilokasi masih ada puing-puing material longsor berserakan persis seperti saat awal peristiwa longsor terjadi. Bongkahan batu besar akibat reruntuhan longsor, menumpuk di sisi jalan. Pantauan MCMNEWS.ID, Selasa, (07/01/2020).

Meski tak ada penutupan jalan di bagian sisi Blok C RT03 RW11, namun warga maupun pengendara yang melintas melalui jalan itu harus berhati-hati. Sebab, longsor bisa saja meluas ke sisi turap tebing lainnya.

Turap longsor di Vila Dago Tol, Kelurahan Ciater Kecamatan Serpong Tangerang Selatan, Selasa (7/1/2020). (Dok : Andre)

Warga khawatir, jika tak segera dilakukan perbaikan bisa mengancam keselamatan dan keamanan warga serta pengguna jalan lainnya. Apalagi sejak sekira 6 hari berlalu, belum ada tanda-tanda perbaikan guna  mencegah longsor meluas.

Sarinah (48), warga Blok C perumahan Vila Dago Tol Tangerang Selatan, menjelaskan turap yang ambrol itu sudah pernah mengalami longsor beberapa tahun sebelumnya.

“Dulu pernah longsor juga, saya lupa tahun kapan, kira kira 2-3 tahun lalu. Kemarin tanggal (1/1/2020) pas tahun baru longsor lagi, malah ada tiga titik sama di Blok H juga, tapi yang paling parah di Blok C ini,” ucapnya.

Sarinah berharap, penanganan turap yang longsor bisa segera dilakukan agar tidak kembali membahayakan penghuni dan pengguna jalan lainnya. 

Apalagi, diatas turap yang longsor itu merupakan jalanan aktif masyarakat diluar perumahan, yang kerap dilalui kendaraan besar.

Lokasi turap yang ambruk sangat dekat dengan rumah warga Vila Dago Tol, Selasa (7/1/2020).

“Pernah ada yang datang dari Kelurahan, dari Pemkot dan dinas, tapi ya cuma ditengok-tengok aja, belum dirapihin. Kan kita tinggalnya dekat sini, takutnya terjadi longsoran lagi. Apalagi banyak anak-anak juga yang main di sini,” kata Sarinah.

Turap tebing yang mengalami longsor memiliki panjang sekira 20-30 meter, dengan ketinggian sekira 12 meter. Bagian atas turap, merupakan jalan umum perkampungan. Secara geografis, perumahan Vila Dago Tol Blok C memang terletak di bagian bawah perkampungan sekitarnya. 

Informasi yang dihimpun oleh MCMNEWS.ID, turap tebing itu sebenarnya masih berada di dalam kewenangan pengembang perumahan. Sehingga sebenarnya perbaikan harus dilakukan pihak pengembang karena belum diserah terimakan ke Pemkot Tangsel.

Seorang warga lainnya Nathan mengatakan turap ini sudah lama, sudah belasan tahun lalu. Nggak tahu juga kemana kontraktor pengerjaan proyeknya. 

“Intinya, kita resah dengan kondisi seperti ini, harus segera ditangani,” ucap Nathan.

Jika diamati secara fisik, struktur turap tebing itu memang dibuat tak sesuai ketentuan. Material bebatuan hanya dijadikan pelapis dari kontur tebing, tanpa pengaman kawat besi berupa kronjong. 

“Hal demikian bisa berakibat fatal, bilamana suatu waktu terjadi pergeseran tanah akibat tingginya curah hujan,” pungkas Nathan.

Kemudian Bagian Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerja Umum (PU) Kota Tangsel Sardani menyampaikan Ini bukan turap kita, jadi beda pembuatannya. Kalau dibangun seperti ini, nggak akan kuat. 

Ia mengatakan Ini sudah berapa kali terjadi. Waktu longsor tahun lalu, kita juga akhirnya yang perbaiki. Coba dibandingkan saja, berbeda fisik turapnya.

“Dari keterangannya, Dinas PU akan mulai membersihkan material longsoran hari ini. Diperkirakan, perbaikan turap baru bisa terlaksana pada Senin 13 Januari 2020 mendatang,” ungkap Sardani.

Total di perumahan ini ada 4 titik yang longsor, ini yang paling parah. Karena statusnya sekarang masih tanggap darurat, jadi kita yang tangani. 

“Sebenarnya ini bukan proyek turap kita. Hari ini mulai kita kerjakan, kalau di blok C hari ini baru kita bersihkan materialnya dulu,” tandas Sardani.

back-to-top