Selasa, 29 Sep 2020 | WIB

Hadapi Era Demografi & Disruption, Tomi Patria Dinilai Pantas Wakili Generasi Muda

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 05 Februari 2020, 1:23 WIB
MCMNEWS.ID | Bagas Ario Bimo, Kader Suara Kreasi Anak Bangsa (SKAB) Kota Tangerang Selatan, Selasa, 4/02/2020. Foto: Istimewa

MCMNEWS.ID – Kader Organisasi Kepemudaan Suara Kreasi Anak Bangsa (SKAB), Bagas Ario Bimo menyampaikan pandangannya mengenai kontestasi Pilkada kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang masih terjebak didalam gagasan-gagasan kolot.

Gagasan-gagasan kolot yang dimaksud adalah calon yang memiliki uang dan memiliki kedekatan terhadap penguasa yang akan menang. Menurutnya gagasan seperti itu sudah tidak lagi dapat diterapkan di era demografi dan disruption dengan banyaknya anak muda seperti saat ini.

“Kandidat yang berpasangan dengan generasi muda, akan memiliki daya tarik dan nilai jual tersendiri. Pilkada ke depan akan diwarnai isu keterwakilan (anak muda) sebagai representasi diri. Kita ingin ada perubahan signifikan di Tangsel, dan harapan itu akan mampu terlaksana jika ada tokoh muda yang memimpin,” kata Bagas, kepada wartawan, Selasa (4/2/2020).

Bagas menambahkan, menurutnya, sampai saat ini tiga tokoh muda yang gencar menawarkan inovasi-inovasi managemen dan kinerja birokrasi sebagai pelayan masyarakat adalah Fahd Pahdepie, Suhendar dan Tomi Patria.

“Ini yang menjadi harapan terhadap ketiga tokoh muda di Tangsel. Semua punya keunggulannya masing-masing, tapi yang penting tokoh muda harus diberikan kesempatan dan ruang untuk berkontribusi nyata dalam pilkada 2020 besok,” tambahnya.

“Namun kalau soal perbandingan kepemimpinan rasanya dari ketiga tokoh tersebut Tomi lebih unggul dan terbukti dengan berbagai pengalamannya baik sebagai seorang organisatoris maupun birokrat, tapi kalau soal ide dan semangat rasanya semua ketiga tokoh tersebut mempunyai kualitas yang sama baiknya,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Tomi Patria menyampaikan bahwa pemuda saat ini perlu diberi ruang untuk berdiskusi dan berdialog. Pemuda saat ini hanya menjadi objek kebijakan, bukan menjadi pelaku pengambil kebijakan.

“Kita perlu memberikan ruang dan kesempatan kepada pemuda untuk menjadi subjek pengambil kebijakan. Saat ini, saya pribadi melihat banyak pemuda yang memiliki potensi, namun takut untuk maju kedepan, sekarang waktunya pemuda yang mengambil alih, dan menjadi subjek atau pelaku kebijakan, baik dalam wirausaha, dalam politik, dan dalam pemerintahan,” kata Tomi, saat dihubungi wartawan.

“Solusi saat ini, pemuda perlu dipermudah dalam menyampaikan gagasan, berikan kemudahan modal untuk berwirausaha dan berkreasi. Sehingga pemuda saat ini adalah pemimpin di masa depan. Berikan juga kesempatan dan ruang bagi pemuda lokal, yang memang mengerti situasi dan kondisi di Tangsel,” pungkasnya.

back-to-top