Minggu, 27 Sep 2020 | WIB

Tidak Ada Pemrosesan Sampah, DLH Tangsel ‘Keluhkan’ Teknologi Dan Kuantitas Yang Over Load

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 27 Mei 2020, 19:13 WIB
MCMNEWS.ID | Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Wismansyah saat dimintai keterangan. Rabu (27/05). (Dok : Andre)

MCMNEW.ID – Pasca Jebolnya Sheet pile atau penahan tumpukan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) beberapa waktu lalu, beberapa pihak menyarankan agar Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel menutup TPA Cipeucang, lantaran TPA Cipeucang dianggap sudah tidak sanggup lagi menampung volume produksi sampah di Kota Tangsel.

Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Wismansyah, mengungkapkan, bahwa selama ini tidak pernah ada pemrosesan sampah di TPA Cipeucang, sehingga sampah terus menumpuk dan tidak terbendung.

Hal itu Dikatakan Wismansyah, ketika menemui perwakilan Komisi IV DPRD Kota Tangsel yang meninjau lokasi longsor di TPA Cipeucang, Rabu, (27/5/2020).

“Tidak ada pemrosesan disini. Karena kita tidak sanggup memproses sampah dengan jumlah 300 ton per hari” kata Wismansyah, kepada wartawan, Rabu (27/5/2020).

Dikatakan Wismansyah, tidak bisanya TPA Cipeucang melakukan pengolahan sampah dikarenakan tidak adanya teknologi guna mendaur ulang sampah-sampah tersebut.

“Teknologinya ngga ada. Dulu sempat kita lakukan pengolahannya, tapi hasil olah dengan biaya operasional tidak sebanding. Makanya sulit,” tuturnya lagi.

Ditemui terpisah, Sekretaris DLH Kota Tangsel Yepi Suherman mengatakan hal yang sama. Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) tidak memiliki teknologi dan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni guna mengatasi sampah di Kota Tangsel.

“Betul itu (tidak ada teknologi). SDM kita juga belum mumpuni untuk mengatasi persoalan sampah ini,” ujar Yepi saat ditemui di ruang kerjanya.

Yepi menjelaskan, untuk masalah tempat pembuangan akhir, saat ini Pemkot Tangsel sedang berupaya menjalin kerjasama dengan Kabupaten Bogor untuk membuang sampah di Nambo.

“Dulu waktu saat tahun 2018 ibu walikota sudah bilang, jangan buang lagi ke TPA Cipucang, karena kita akan ada MoU dengan Jawa Barat untuk buat di Nambo. Ternyata dari pihak Jawa Barat menyatakan bahwa Nambo belum siap untuk operasional,”

Sekedar informasi, Kota Tangsel setiap harinya memproduksi hampir 1000 Ton sampah, sedangkan yang dibuang di TPA Cipeucang sebanyak 300 Ton.

back-to-top