Senin, 21 Sep 2020 | WIB

Tangsel Banyak PR, Pengamat: Rahayu Bersama Gerindra Jangan Berharap Pada Koalisi, Fokus Raih Simpati

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 14 Juni 2020, 16:55 WIB
MCMNEWS.ID | Pengamat Politik dari Pascasarjana Universitas Nasional (Unas), TB Massa Djafar. (Dok: Andre)

MCMNEWS.ID – Dalam menghadapi kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Partai Gerindra dikabarkan resmi mengusung keponakan Prabowo Subianto, yaitu Rahayu Saraswati.

Wanita yang akrab disapa Saras tersebut merupakan anak dari adiknya Prabowo, Hashim Djojohadikusumo yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina di Partai Gerindra.

Menanggapi langkah yang diambil oleh Partai Gerindra, Pengamat Politik dari Pascasarjana Universitas Nasional (Unas), TB Massa Djafar, mengatakan, menurutnya sebelum memberikan rekomendasi, partai pasti memiliki kriteria.

Dengan waktu yang terbilang singkat sampai terselenggaranya Pilkada pada Desember mendatang, TB Massa Djafar mengatakan, yang harus dilakukan oleh para calon adalah meyakinkan masyarakat bahwa dirinya mampu menyesaikan permasalahan kota, sehingga dapat meraih dukungan.

“Kota itu kan banyak sekali problemnya soal pelayanan publik, soal pendidikan, kesehatan, perumahan, soal tata ruang, soal kebersihan, sampah, banyak sekali mestinya apalagi dikota, masyarakat itu perlu ada waktu untuk mengenal calon lebih jauh melalui komunikasi politik secara timbal balik,” katanya ketika dikonfirmasi, Minggu, (14/6/2020).

“Kota itu harus ada waktu yang cukup antara kandidat atau masyarakat, ada ruang dialog serta mengajukan masalah-masalah, dari situ warga akan bisa menilai. Partai saat begini harus menunjukan perannya didalam melakukan pendidikan politik, didalam memperkenalkan calonnya, partai harus memiliki alasan-alasan, sehingga warga (ketika) memilih juga memiliki alasan,” tambahnya.

Mengenai peluang, Ketua Program Doktor Ilmu Politik UNAS itupun mengungkapkan, kader Gerindra yang pernah menjabat sebagai anggota DPR RI pada periode 2014-2019 itupun dinilai harus berpasangan dengan kandidat lain yang memiliki kekuatan akar rumput yang kuat.

“Disamping kompetensi juga, apakah dia punya dukungan masyarakat di akar rumput, tapi kalau dia berpengaruh dan dia bisa mempertahankan dukungan dari warga Tangsel, itu salah satu kemungkinan itu berpeluang,” ungkapnya.

“Namun saat ini dinamika politik susah untuk diprediksi, karena saat ini masyarakat merasakan kejenuhan, masyarakat memiliki politic distrust dari tingkatan nasional hingga tingkat daerah. Jadi intinya koalisi itu tidak jaminan, yang pasti adalah kemampuan kandidat itu untuk merebut dukungan dengan membuat kesepakatan dengan masyarakat dan memberikan solusi permasalahan kota,” tandasnya.

back-to-top