Sabtu, 26 Sep 2020 | WIB

Tangani Sampah Hingga Tanggul Jebol, TRUTH : Pemkot Tidak Becus

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 22 Mei 2020, 22:06 WIB
MCMNEWS.ID | Koordinator Tangerang Public Transparancy Watch (Truth), Aco Ardiansyah. (Dok : Andre)

MCMNEWS.ID – Masyarakat Tangsel kembali dikagetkan dengan kejadian longsornya tanggul penahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Jum’at, (22/5/2020).

Menanggapi itu, Koordinator Tangerang Public Transparency Watch (TRUTH) Aco Ardiansyah, mengungkapkan, Jebolnya sheet pile (dinding beton) yang membatasi TPA Cipeucang dengan aliran sungai cisadane yang belum lama dibangun tersebut menimbulkan tanda tanya besar.

Pasalnya, dalam penelusuran yang Aco lakukan melalui LPSE Kota Tangserang Selatan, bangunan dinding tersebut dikerjakan pada tahun 2019 lalu. 

“Hal tersebut menunjukkan bahwa bobroknya manajemen tata kelola TPA Cipeucang dibawah Walikota Airin Rachmi Diany dan Wakil Walikota Benyamin Davnie,  segudang persoalan tapi tidak pernah terselesaikan seperti  aroma bau yang menyengat, tercemarnya air tanah sekitar TPA serta tercemarnya aliran sungai Cisadane akibat buruknya pengelolaan, padahal banyak masyarakat yang mengingatkan akan kemungkinan terburuk seperti sekarang ini,” ungkap Aco, Jum’at (22/5/2020).

Aco melanjutkan, menurut penelurusannya, pada tahun 2019 Pemerintah Kota Tangsel telah menganggarkan pembangunan Sheet pile TPA Cipeucang sebesar Rp 21 Miliar.

“Ditahun 2019 Pemerintah Kota Tangsel telah menganggarkan pembangunan Sheet pile TPA Cipeucang sebesar 21 Miliar,  yang proyek pembangunannya telah dimenangkan oleh PT. RP.  Tidak hanya itu,  penganggarannya juga dilakukan pada pengawasan pembangunan sheet pile TPA Cipeucang sebesar 551 juta.  Artinya kurang lebih 21,5 miliar telah dianggarkan pemerintah Kota Tangsel untuk pembangunan tersebut,” jelasnya.

“Namun belum genap setahun,  dinding beton yang diduga baru dibangun setahun yang lalu sudah roboh. Apakah tidak ada upaya preventif dan pengawasan dalam proses pembangunan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa setiap proyek pembangunan di Kota yang katanya cerdas,modern, religius sering bermasalah,” tambahnya.

Aco juga meminta kepada Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany dan Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie bertanggung jawab, hal itu karena berpotensi merugikan keuangan negara dan merusak lingkungan.

“Kami sebagai masyarakat mendesak agara pihak yang berwenang turun melakukan pemeriksaan lebih lanjut atas kejadian ini.  Dan pemerintah Kota Tangsel,  dalam hal ini Walikota Airin Rachmi Diany dan Wakil Walikota Benyamin Davnie dan seluruh jajaran dibawahnya yang berwenang harus bertanggungjawab atas kejadian ini karena tidak hanya berpotensi merugikan keuangan negara namun juga merusak lingkungan,” tandasnya.

back-to-top