Rabu, 23 Sep 2020 | WIB

Sudah 2 Kali Razia Namun Tak Mendapatkan Hasil, Satpol PP Tangsel Dikelabui Venesia Karaoke?

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 24 Agustus 2020, 18:35 WIB
MCMNEWS.ID | Mursinah saat konferensi pers yang dilakukan di Kantor Pusat Pemerintahan Kota Tangsel, Senin, (24/8/2020). (Dok: Andre)

MCMNEWS.ID – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), membantah bahwa pihaknya telah kecolongan dalam menghentikan praktik prostitusi yang dijalankan oleh Venesia BSD Karaoke Executive.

Kepala Sat Pol PP Kota Tangsel, Mursinah, mengklaim bahwa Satpol PP telah melakukan razia sebanyak dua kali di Venesia Karaoke, namun belum mendapatkan hasil yang maksimal.

Dia pun mengapresiasi langkah Bareskrim Polri yang telah melakukan penggerebekan tempat hiburan malam yang didalamnya diduga terdapat praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

“Kami tidak merasa kecolongan dari langkah yang diambil Bareskrim, kami apresiasi, karena kami telah melakukan razia dua kali,” kata Mursinah, dalam konferensi pers yang dilakukan di kantor Pusat Pemerintahan Kota Tangsel, Senin, (24/8/2020).

Mursinah melanjutkan, dalam razia yang sudah dilakukan Satpol PP, ia menyebut belum menemukan aktivitas prostitusi. Lanjut Mursinah, hal itu lantaran ketika ingin masuk ke dalam Venesia, pihaknya mendapatkan hambatan sehingga harus menunggu beberapa menit.

Sehingga ketika masuk ke dalam, dikatakan Mursinah, kondisi Venesia Karaoke sudah kosong dan tidak ada aktivitas.

“Bukan akses khusus, kita itu sudah dua kali ke Venesia, artinya kita bisa masuk sekitar 30 sampai 45 menit bisa masuk (setelah menunggu), tapi setelah masuk sudah kosong,”

“Agak sulit aja, tapi bisa akhirnya (masuk kedalam Venesia),” tambahnya.

Sementara itu, ditempat yang sama, Kabid Kebudayaan dan Sosial Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangsel, Sapto Pratolo, menyebutkan, bahwa selama masa PSBB, pihaknya telah mengeluarkan empat pencabutan izin, salah satunya adalah Venesia Karaoke.

“Untuk Karaoke Venesia kami terbitkan izinnya itu pada tanggal 5 september 2019, dimana izin yang kami terbitkan ada 3 yaitu izin operasional karaoke, izin operasional hotel, dan izin operasional massage atau spa,” kata Sapto.

“Terkait dengan pelanggaran PSBB yang dilakukan oleh Hotel Venesia tersebut, maka ada dua izin yang kami cabut, yaitu izin operasional massage atau spa dan izin karaokenya,” tambahnya.

Sayangnya, pencabutan izin tersebut tidak permanen. Jika pihak Venesia kembali melakukan permohonan perizinan dengan memenuhi syarat dan ketentuan maka bukan tidak mungkin karaoke dan spa Venesia BSD kembali beroperasi.

“Soal peraturan permohonan izin kembali setelah pencabutan ini memang belum ada aturannya. Jadi, pelanggar yang tercabut dan mengajukan izin kembali akan kembali diberikan izin. Tetapi peristiwa ini jadi perhatian khusus, untuk kami lebih hati-hati lagi mengeluarkan perizinannya,” pungkas Sapto.

Seperti diketahui, sebelumnya Bareskrim Polri telah melakukan penggerebekan di Venesia BSD Karaoke Executive. Penggerebekan dilakukan terkait dugaan adanya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus eksploitasi seksual.

Dalam penggerebekan tersebut, pihak kepolisian menjaring 47 wanita pemandu lagu alias LC yang berasal dari daerah Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

back-to-top