Jumat, 25 Sep 2020 | WIB

Strategi PARC-19 Cara DPD PPNI Tangsel Ajak Komunitas Aktif Lawan Penyebaran Covid-19

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 14 Mei 2020, 21:46 WIB
MCMNEWS.ID | Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel). (Dok : Andre)

MCMNEWS.ID – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menilai, strategi yang tepat dalam meminimalisir penyebaran wabah Covid-19 adalah dengan Perang Akar Rumput terhadap Covid-19 (PARC-19) dengan pola patnership Academic-Business-Community dan Government (ABC-G).

Ketua DPD PPNI Kota Tangsel, Karyadi PhD, mengatakan, dalam konsep PARC-19, komunitas akan menjadi garda terdepan ketika melakukan langkah-langkah preventif dan deteksi dini ditingkat RW dalam menghadapi Covid-19.

“Jadi sebenarnya garda terdepan itu adalah di komunitas (masyarakat), yang merupakan kelompok terbesar yaitu sekitar 80%, sedangkan sisanya 20% adalah kelompok yang sudah masuk kategori sakit, jadi kelompok yang besar ini sebagai sektor hulu harus dijaga supaya tidak sampai ke sektor hilir yakni kelompok kecil yang masuk kategori sakit,¬† fokus intervensi komunitas ini adalah tingkat RW atau kita sebut dengan siaga RW, pengembangan penguatan ditingkat ini kita sebut dengan perang akar rumput, ,” Kata Karyadi, saat dikonfirmasi Mcmnews.id, Kamis, (14/5/2020).

Dalam penetapan kebijakan serta standar acuan dan evaluasi terhadap penanggulangan covid-19, menurutnya, akan lebih efektif bila mengacu pada teori pemodelan matematis untuk mengetahui puncak kasus, variabel-variabel yang dapat dikontrol sehingga arah kebijakan dan penanganan kasus dapat terukur. Dikatakan Karyadi, seandainya diminta oleh pemerintah kita sebagai organisasi profesi siap membantu untuk memberikan masukan secara keilmuan.

Karyadi menjelaskan, menurutnya terdapat 3 langkah yang harus diterapkan dalam menggunakan pola patnership. Sebutnya, yang pertama adalah menetapkan konsep dan menyiapkan team melalui strategi partnership Academic-Community (A-C).

“Untuk tahap kedua yaitu melaksanakan penetapan mini project atau menetapkan sasaran untuk melakukan kegiatan, dan tahap ketiga dilaksanakan evaluasi dan perluasan wilayah,” jelas Karyadi.

“Untuk tingkat lapangan, yang dilakukan adalah upaya-upaya koordinasi pada sektor kunci yang dapat mendukung upaya pendampingan dalam memobilisasi masyarakat dalam upaya memerangi Covid-19, seperti Dinkes Tangsel, pihak Kecamatan, pihak Kelurahan, Puskesmas, dan Tokoh masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, untuk bentuk pengorganisasian masyarakat yang dilakukan, mengacu pada konsep community based development dengan kegiatan preventif primer, sekunder dan tersier.

Karyadi, yang juga merupakan dosen FIKES UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta itupun mengungkapkan, untuk konsep community based development terdapat 4 upaya yang harus dilakukan. Dikatakan Karyadi, yang pertama adalah Kegiatan Promosi Kesehatan, berupa Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) & Sanitasi Lingkungan.

“Yang kedua itu Kegiatan Perlindungan Khusus, berupa  Pengawasan Pelaksanaan Social/Physical Distancing, Kegiatan pengawasan dilaksanakan bersama aparat dan koordinator suatu wilayah yang telah dibentuk,” ungkapnya.

“Ketiga adalah Kegiatan Diagnosis Dini dan Pengobatan Segera. yaitu berupa Sistem surveilans Covid-19, melakukan upaya screening mandiri dan monitoring. Serta yang keempat adalah Rehabilitation, yaitu mitigasi dampak sosial ekonomi, dalam menanggulangi dampak dari PSBB dan dampak lain berkaitan dengan ekonomi,” tambahnya.

back-to-top