Kamis, 29 Okt 2020 | WIB

Soal Provokasi SARA. Gerindra Tangsel Mengecam Keras Pihak-Pihak Yang Melakukan Black Campaign

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 05 Oktober 2020, 16:00 WIB
MCMNEWS.ID | Ketua DPC Gerindra Kota Tangerang Selatan, Li Claudia Chandra. (Dok: Istimewa)

MCMNEWS.ID – Ketua DPC Partai Gerindra Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Li Claudia Chandra, angkat bicara menyoal provokasi isu Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) yang dilakukan oleh oknum Lurah menjelang perhelatan Pilkada Kota Tangsel padaDesember 2020 mendatang.

Wanita yang akrab disapa Alin itupun mengecam keras pihak-pihak yang melakukan black campaign, hal itu lantaran dapat memecah belah masyarakat.

“Kami sangat menyayangkan dan mengecam dengan keras pihak-pihak yang memprovokasi masyarakat dengan melakukan Black Campaign, menyebar Hoax yang akhirnya bisa mengadu domba masyarakat,” kata Alin, dalam keterangan yang diterima Mcmnews.id, Senin, (5/10/2020).

“Isu Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) harus kita hindari. Melempar isu tersebut adalah upaya provokasi yang dapat menimbulkan Konflik Horisontal.
Saya meminta pihak-pihak yang berwenang yaitu Bawaslu dan Kepolisian agar tak segan untuk menindak pelaku penyebar isu isu Sektarian,” tambahnya.

Menurut Alin, masa kampanye yang baru berjalan satu minggu ini sudah sangat kondusif. Di tengah-tengah pandemi tentu kita harus banyak inovasi dan strategi agar pesan pesan Paslon kita tersampaikan.

Lanjut Alin, kontestasi Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota adalah proses demokrasi yang harus jaga dan dijalani bersama.

“Saya selalu menghimbau kepada anggota saya di Partai Gerindra untuk mengedepankan sikap-sikap yang santun dan tertib dalam mengkampanyekan Pasangan Calon yang kita usung,” katanya.

“Sampaikan Visi dan Misi Calon tunjukan kelebihan Calon Kita bukan menjelekan calon lain,” tandasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, berdasarkan informasi yang didapat, oknum Lurah tersebut menulis dalam pesannya Kata guru ngaji kita, nasrani adalah musuh besar kita. Barang siapa yang memilih pemimpin’e nasrani, maka dia yang memilih tergolong dalam nasrani. (ditutup dengan kalimat takbir)

back-to-top