Kamis, 24 Sep 2020 | WIB

Soal Bullying di SMAN 1 Tangsel. Enggan Berkomentar Banyak, Kepsek : Sudah Di Close Aja

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 02 Maret 2020, 13:52 WIB
MCMNEWS.ID | Sekolah SMA N 1 Kota Tangerang Selatan (Dok : Andre)

MCMNEWS.ID – Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Djamilah Sudjana, angkat bicara soal dugaan kasus bullying yang terjadi di sekolah tersebut.

Djamilah mengatakan, kasus yang terjadi pada Kamis (26/2/2020) lalu, sudah selesai dengan mediasi dan dihadiri oleh para orang tua murid yang terlibat.

“Sudah di close aja. Orang tua juga sudah hadir semua, yang bersangkutan juga sudah saling memaafkan,” kata Djamilah saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (2/3/2020).

Djamilah menambahkan, saat ini kedua siswi juga sudah saling memaafkan dan sudah menjalankan aktivitas sekolah secara normal.

“Sudah saling memaafkan, sudah berpelukan juga tadi mereka berdua” tambahnya.

Pantauan mcmnews.id dilokasi, mediasi kasus dugaan perundungan juga di hadiri perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMP3AKB) Kota Tangsel.

Namun Ketika ditemui wartawan, pihak dinas enggan memberikan komentar. dia mengarahkan agar langsung konfirmasi kepada kepala sekolah.

“Langsung ke kepala sekolah aja ya mas” ujar nya sambil terburu-buru masuk kedalam mobil.

Diberitakan sebelumnya, Sisiwi kelas XI SMA Negeri 1 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diduga mendapatkan perundungan dari kakak kelasnya. Diketahui korban berinisial AMP (16) diperlakukan semena-semena, saat jam istirahat di kantin sekolah tersebut.

Dijelaskan Kakak Korban, Ferly bahwa adiknya mendapatkan cemoohan dari Kakak kelasnya berinisial T (17) saat sedang membeli makanan di kantin, saat jam istirahat.

“Jadi adik (AMP) saya lagi jajan sama teman-temannya, pada saat jalan menuju kelas tiba-tiba adik saya dicegat oleh pelaku (T). Pelaku langsung bilang kenapa lo pake behel? Kenapa lo sekolah disini? Gak pantes lo sekolah disini,” kata Ferly menirukan penjelasan adiknya, Jumat (28/2/2020).

“Setelah ditanya-tanya seperti itu, adik saya langsung didorong oleh pelaku hingga terjatuh sampai kepalanya terbentur lemari pendingin di kantin,” lanjutnya.

back-to-top