Selasa, 29 Sep 2020 | WIB

SKAB : Jangan Jadikan Obyek, Pemuda Harus Jadi Subjek Aktif Pembangunan Tangsel

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 03 Februari 2020, 22:16 WIB
MCMNEWS.ID | Bagas Ario Bimo, Kader Suara Kreasi Anak Bangsa (SKAB). (Dok : Andre)

MCMNEWS.ID – Dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) 2020, sudah seharusnya tokoh muda ikut terlibat aktif untuk menunjukan potensi dan leadership dalam pembangunan Tangsel kedepan.

Hal itu disampaikan oleh kader organisasi kepemudaan Suara Kreasi Anak Bangsa (SKAB), Bagas Ario Bimo S.Ip, ketika dihubungi oleh mcmnews.id, Senin, (3/2/2020).

Menurut Bagas, representasi kepemimpinan muda dalam membangun kota ke depan sangat prospektif seiring dengan era demografi dan disruption. Hal ini akan ditandai dengan meledaknya angkatan muda dan pergeseran paradigma offline ke online di segala bidang.

“Berbicara momentum Pilkada, kita harus dorong tokoh-tokoh muda untuk turun ke gelanggang. Ini menjadi penting, karena tokoh-tokoh muda mempunyai pengetahuan, kekuatan, dan yang terpenting visi yang visioner dalam pembangunan daerah. Sebagai contoh ada nama Emil Dardak yang menjadi Bupati Trenggalek di usia muda, bahkan hari ini dia berhasil merebut kursi wakil Gubernur Jawa Timur,” jelas Bagas.

Pria yang juga merupakan Alumni Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) itu pun menyampaikan, bahwa tokoh muda harus diberi ruang dalam pilkada. Setidaknya diakomodasi dalam posisi wakil walikota.

“Masa depan Tangsel menurut saya milik generasi muda. Oleh karena itu saya berharap tokoh pemuda tidak sekadar ditempatkan sebagai objek pembangunan, melainkan harus jadi subjek aktif dalam pembangunan Tangsel,” ujarnya.

Bagas melanjutkan, kandidat yang berpasangan dengan generasi muda, menurutnya akan memiliki daya tarik dan nilai jual tersendiri. Hal itu dikarenakan Pilkada ke depan akan diwarnai isu keterwakilan sebagai representasi diri.

Berbicara tentang sosok, menurut Bagas, sangat banyak tokoh muda potensial di Tangsel, baik itu dari partai politik maupun nonpartai politik yang cocok menjadi kepala daerah.

“Paling penting tokoh-tokoh muda ini berani berada di posisi depan, tidak lagi sekedar menghangatkan kursi-kursi tim sukses. Kita ingin ada perubahan signifikan di Tangsel, dan harapan besar itu akan mampu terlaksana jika yang muda yang memimpin.” ujar Bagas.

“Selain itu juga suara anak-anak muda dapat lebih mudah disalurkan dengan pemimpin dari kelompok yang muda juga. Selama ini suara anak-anak muda sangat jarang di dengar, terkadang harus turun ke jalan barulah sedikit di dengar oleh birokrasi pemerintahan” tandasnya.

back-to-top