Minggu, 29 Nov 2020 | WIB

Sisir Tempat Pijat, Tim TPPO Tangsel Amankan 15 Terapis dan Alat Hisap Sabu

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 24 Oktober 2020, 20:55 WIB
MCMNEWS.ID | Gabungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) lakukan giat pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). (Dok: Andre)

MCMNEWS.ID – Gabungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali melakukan giat pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dibeberapa tempat pijat dan hiburan malam.

Gabungan OPD Kota Tangsel itu terdiri dari (DPMP3AKB), Satpol PP, Dinas Sosial, UPTD P2TP2A dan Tim TPPO.

Kepala Seksi Perlindungan Hak Perempuan (Perhap) DPMP3AKB, Hartina Hajar, mengatakan, pencegahan juga dilakukan dalam rangka kembali diperpanjangnya PSBB di Kota Tangsel.

“Ada yang benar tutup namun ada juga yang dengan rolling door tertutup dan di gembok dari luar serta ditempel tulisan closed tetapi ternyata masih ada aktivitas,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Mcmnews.id, Sabtu, (24/10/2020).

“Pengintaian telah dilakukan sebelumnya, yakni tempat pijat terapis eiffel yang merupakan cabang dari alam sutera dan gading serpong,” tambahnya.

Hartina mengungkapkan, pada saat razia, tim mengamankan 15 terapis perempuan 1 orang kasir 4 orang staff termasuk OB dan 15 pelanggan pria.

“Semua yang terjaring, langsung kita bawa ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pendataan dan interview untuk mengetahui apakah ada indikasi tindak pidana perdagangan orang atau tidak,” jelasnya.

“Saat penggeledahan, tim mengamankan kartu identitas, alat komunikasi terapis dan staff serta laptop kasir. Selain itu kita menemukan alat hisap sabu atau bong di tempat staff Eiffel,” terangnya.

Untuk terapis sendiri berasal dari berbagai daerah, terapis berasal dari Subang ada 12 orang, 2 orang dari Indramayu dan 1 orang berasal dari lampung.

Ada diantara mereka Yang menggeluti pekerjaan sebagai terapis sudah lama, namun tidak ditemukan adanya indikasi TPPO pada hasil giat tersebut.

Hartona menuturkan, tempat pijat yang buka secara sembunyi merupakan pelanggaran terhadap Pergub dan Perwal Tangerang Selatan no 42 tahun 2020 tentang perubahan kelima atas perwal nomor 13 tahun 2020 tentang pelaksanaan PSBB dalam rangka penanganan corona virus disease 2019 pasal 9 ayat 1 dan 2.

“Pada giat ini tidak ditemukan anak dibawah umur. Alat bukti bong kita serahkan ke BNN kota tangerang selatan. 1 kasir 2 staff dan 2 OB dilakukan tes urine sesuai instruksi dari BNN, hasil yang kita dapatkan semua negatif,” tandasnya.

back-to-top