Minggu, 27 Sep 2020 | WIB

Sikapi Beredarnya “Chat Viral” Di Media Sosial, Kordinator GMPTB Minta Bawaslu Tangsel Segera Keluarkan Sanksi

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 22 Juni 2020, 15:07 WIB
MCMNEWS.ID | Koordinator Gerakan Mahasiswa Pemuda Tangsel Bersatu (GMPTB), Haidar. (Dok: Andre)

MCMNEWS.ID – Masyarakat Kota Tangerang Selatan (Tangsel), belakangan ini dihebohkan dengan beredarnya Screenshoot (Tangkapan layar) percakapan group Whatsapp. Dalam percakapan tersebut diduga adanya pengerahan aparatur negara untuk mendukung salahsatu calon dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang.

Koordinator Gerakan Mahasiswa Pemuda Tangsel Bersatu (GMPTB), Haidar, menduga, instruksi hasil rapat tersebut diduga dari orang nomor satu di Kota Tangsel, yakni Airin Rachmi Diany.

“Ini merupakan pelanggaran yang dilakukan oleh Walikota dan Wakil Walikota, yang dimana sudah melibatkan ASN dalam politik praktis,” kata Haidar, kepada Mcmnews.id, Senin, (22/6/2020).

“Perlu diingat bahwa Pelanggaran ASN, akan membuat kualitas Pemilu memburuk. Selurus dengan itu, kualitas kepala daerah yang dihasilkan pun akan buruk. Kondisi ini sangat merugikan publik yang terdampak langsung dari pelaksanaan birokrasi di Tangsel,” lanjut haidar.

Haidar menjelaskan, berdasarkan Pasal 2 huruf f Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, bahwa setiap pegawai ASN tidak berpihak dari segala pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan siapapun.

“Artinya PNS dituntut untuk harus profesional, netralitas dan bermoral tinggi,” jelas Haidar.

Dijelaskan hadir, GMPTB juga menuntut kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tangsel agar segera menindaklanjuti kasus tersebut.

“Mendesak Bawaslu Kota Tangsel agar segera mengeluarkan sanksi kepada Benyamin Davnie selaku Bakal Calon Walikota Tangsel,” tuntutnya.

“Meminta Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk berikan sangsi kepada seluruh ASN yang terlibat dalam politik praktis sebagaimana tertuang dalam UU Pemilu,” tambahnya.

Tak hanya itu, GMPTB juga menolak Benyamin Davnie dalam proses pencalonan diri di Kota Tangsel. Hal itu lantaran pria yang akrab disapa Bang Ben diduga melakukan pelanggaran karena melibatkan ASN di Kota Tangsel.

“Mendesak DPP (Dewan Pimpinan Pusat) Partai Golkar agar tidak memberikan rekomendasi kepada Benyamin Davnie,” jelasnya seperti tertera dalam tuntutan.

“Mendesak Menteri Dalam Negri untuk segera pecat Airin Rachmi Diany – Benyamin Davnie dari jabatannya, karena diduga melibatkan seluruh ASN di Kota Tangerang Selatan untuk memenangkan Calon Walikota Tangsel (Benyamin Davnie),” tandasnya.

back-to-top