Detail

Sesama Organisasi Mahasiswa UNPAM Bentrok, Begini Kronologisnya

Senin, 11 Oktober, 2021, 14:20 WIB
Penulis: Andre Pradana

MCMNEWS.ID – Bentrokan sesama organisasi mahasiswa (Ormawa) Universitas Pamulang (Unpam) terjadi pada Minggu sore, (10/10/2021).

Salah seorang mahasiswa Unpam berinisial FA, yang juga berada dilokasi saat kejadian berlangsung, menjelaskan, bentrokan bermula saat pihaknya melakukan pertemuan dengan beberapa pengurus Himpunan Mahasiswa (HIMA) di Unpam Viktor pada hari Minggu, (10/10/2021).

Dalam pertemuan itu, lanjut FA, pihaknya ingin meminta penjelasan dan klarifikasi terkait poster pelarangan aksi unjuk rasa pada hari Kamis (7/10/2021) lalu yang disebarkan oleh pihak HIMA.

Padahal, gagasan yang dibawa oleh pihaknya pada aksi unjuk rasa pada tanggal 7 Oktober 2021 lalu, seharusnya menjadi alasan untuk seluruh mahasiswa dapat sama-sama mendukung perjuangan tersebut.

“Bahwa mahasiswa memiliki pijakan Tridharma perguruan tinggi yang menjadi alasan kami turut serta dalam giat aksi dan audiensi pada tanggal 7 Oktober 2021 di gedung MPR RI, dalam agenda mendesak penetapan sistem hukum dan peraturan perundang-undangan berdasarkan Pancasila sumber dari segala sumber hukum yang termaktub salah satu dari 7 Rekomendasi MPR RI Periode 2014-2019 kepada MPR RI Periode 2019-2024,” kata FA saat berbincang dengan Mcmnews.id, Senin, (11/10/2021).

“Gagasan tersebut seharusnya menjadi alasan untuk seluruh mahasiswa dapat sama-sama mendukung perjuangan tersebut. Namun dalam kondisi yang ada kami justru mendapatkan tindakan yang bertolak belakang dari Himpunan Mahasiswa di beberapa jurusan yang ada di UNPAM,” lanjutnya.

Dikatakan FA, justru pihak HIMA melakukan ancaman dengan menyebarkan poster untuk melarang mahasiswa UNPAM ikut aksi demonstrasi dan akan mendapatkan sanksi dan hukuman secara akademik.

“Tindakan yang dilakukan oleh organisasi mahasiswa bertolak belakang dengan gagasan tersebut dengan melakukan ancaman kepada seluruh mahasiswa unpam dalam bentuk pamflet yang tersebar di media sosial yang mengatakan bahwa jika terlibat dalam aksi 7 Oktober 2021 akan mendapatkan sanksi dan hukuman secara akademik,” tuturnya.

FA mengungkapkan, berdasarkan hasil komunikasi pihaknya dengan Ormawa, yang bersangkutan bersedia akan melakukan klarifikasi pada hari Minggu pukul 14.00 WIB.

Lanjutnya, belum terlaksananya klarifikasi, namun pihaknya mendapatkan kabar buruk bahwa salah satu oknum pengurus Himpunan Mahasiswa mengumpulkan anggotanya dan mengajak ‘olahraga otot’.

“Mendengar kabar tersebut, kami tetap meredam dan tidak terpancing dengan tetap menunggu itikad baik dari pihak HIMA yang ingin melakukan klarifikasi. Sesampainya di Unpam, disana sudah berkumpul sekira 40 sampai 50 orang,” jelasnya.

“Namun faktanya klarifikasi tidak dilakukan, justru mereka mengelilingi salah satu mahasiswa kita di kantin Unpam. Bahwa tidak ada nait pengeroyokan yang dilakukan, tetapi membela diri atas perlakuan kawan-kawan HIMA,” tandasnya.

Dalam kejadian tersebut 2 orang dikabarkan mengalami luka dibagian kepala dan tangan dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit.

Sementara itu, salah seorang rekan korban berinisial S mengatakan jika pihaknya langsung membuat laporan ke pihak kepolisian terkait permasalah tersebut.

“Benar (telah melakukan laporan, red). Semalem diprosesnya,” katanya dalam keterangan yang diterima Mcmnews.id, Senin, (11/10/2021).